Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home EKBIS

Semen Merah Putih Dorong Konstruksi Berkualitas Melalui Praktik Berkelanjutan dan Green Cement

Redaksi by Redaksi
January 29, 2026
Semen Merah Putih Dorong Konstruksi Berkualitas Melalui Praktik Berkelanjutan dan Green Cement

Commercial & Logistic Director PT Cemindo Gemilang Tbk, Surindro Kalbu Adi (Foto/Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

Dialektis.co — PT Cemindo Gemilang Tbk lewat brand Semen Merah Putih menegaskan bahwa agenda keberlanjutan kini menjadi bagian integral dari strategi bisnis perusahaan untuk menjaga daya saing industri material konstruksi, di tengah tekanan pasar, oversupply industri, serta meningkatnya tuntutan efisiensi dan regulasi lingkungan.

Di tengah kondisi industri semen nasional yang masih menghadapi utilisasi rendah, dengan tingkat pemanfaatan kapasitas produksi yang pada 2025 berada di kisaran 54 persen dan kondisi overcapacity lebih dari 56 juta ton.

Semen Merah Putih memilih pendekatan sistemik dengan memperkuat praktik berkelanjutan sebagai fondasi bisnis ke depan, melalui efisiensi energi, optimalisasi proses produksi dan logistik, serta pengembangan portofolio green cement yang relevan dengan kebutuhan pasar dan arah kebijakan pembangunan nasional.

Commercial & Logistic Director PT Cemindo Gemilang Tbk, Surindro Kalbu Adi, menyampaikan bahwa keberlanjutan tidak lagi diposisikan sebagai inisiatif tambahan, melainkan sebagai bagian dari cara industri bekerja hari ini.

“Sustainability kami posisikan sebagai bagian dari cara industri bekerja hari ini, bukan sekadar inisiatif tambahan. Dimana di Semen Merah Putih, praktik sustainability itu dibagi dalam 4 pillar, process, product, people dan planet. Pendekatan ini penting agar pendekatan sustainability kami lebih holistik dan terintegrasi dalam mendukung pembangunan nasional tanpa mengorbankan kualitas,” ujar Surindro, dalam keterangannya yang diterima media ini, Kamis (29/1/2026).

Hal ini terbukti ikut mendorong kinerja Semen Merah Putih mampu mencatat kinerja positif dengan pertumbuhan sekitar 4,2 persen di relevant area di tahun 2025. Di mana secara nasional, industri semen masih menghadapi perlambatan permintaan.

Sepanjang 2024 hingga 2025, volume penjualan domestik tercatat menurun sekitar 1,5 persen, dengan total penjualan domestik turun dari sekitar 64,95 juta ton pada 2024 menjadi 63,85 juta ton pada 2025.

Penurunan terjadi di hampir diseluruh wilayah, seiring perlambatan proyek infrastruktur dan konstruksi, termasuk dampak melambatnya proyek Ibu Kota Nusantara, hanya di Indonesia bagian timur terjadi pertumbuhan yang positif.

Efisiensi sebagai Fondasi Ketahanan Operasional

Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, Semen Merah Putih terus memperkuat efisiensi energi sebagai fondasi transformasi industri. Saat ini, perusahaan mengoperasikan Waste Heat Recovery System (WHRS) dengan total kapasitas 2 x 15 MW di Indonesia dan 13 MW di Vietnam, yang mampu menyuplai sekitar 24 persen kebutuhan energi proses produksi klinker dan berkontribusi pada penurunan emisi sekitar 100 ribu ton CO₂ per tahun.

Sepanjang periode 2016–2024, Semen Merah Putih telah menurunkan intensitas emisi karbon sekitar 21 persen per ton semen, seiring penerapan efisiensi energi, optimasi premix yang menurunkan kebutuhan energi hingga 3 kWh per ton klinker, serta pemanfaatan bahan baku alternatif seperti fly ash lokal.

Selain itu, upaya efisiensi juga dilakukan di sisi logistik melalui penggunaan 17 unit truk listrik di area quarry dan 23 forklift listrik, yang secara agregat turut membantu menurunkan emisi sekitar 8.500 ton CO₂ per tahun.

Sementara itu, di luar aspek proses dan produk, Semen Merah Putih juga mengembangkan inovasi lanjutan seperti MPTree. Solusi penyerapan karbon berbasis mikroalga tersebut saat ini telah diuji coba melalui prototipe di pabrik Jatiasih dan direncanakan untuk diperluas ke ruang publik dan area transportasi.

Green Cement dan Inovasi Produk sebagai Penggerak Pertumbuhan

Pendekatan efisiensi tersebut diterjemahkan langsung oleh manajemen Semen Merah Putih ke dalam strategi produk. Perusahaan mendorong adopsi green cement melalui portofolio seperti FLEXIPLUS, ECOPRO, Semen Patriot, dan Watershield, yang dirancang dengan jejak karbon lebih rendah sekaligus memberikan nilai tambah performa konstruksi.

Saat ini, porsi produk non-OPC dalam portofolio Semen Merah Putih telah mencapai 81 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri yang masih berada di kisaran 71 persen. Seluruh produk juga telah mengantongi sertifikasi Green Label Indonesia (GBCI), dengan mayoritas berada pada peringkat Platinum.

Produk hydraulic cement, termasuk FLEXIPLUS, mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 636,5 persen pada 2025, dan ditargetkan tumbuh sekitar 20,7 persen pada 2026, seiring meningkatnya kebutuhan pasar terhadap material konstruksi berkelanjutan.

General Manager Sales & Marketing Semen Merah Putih, Oza Guswara, menilai bahwa transisi menuju material konstruksi berkelanjutan kini telah menjadi kebutuhan industri. “Kami melihat transisi menuju material konstruksi yang lebih berkelanjutan bukan lagi sebagai pilihan, tetapi kebutuhan industri. Melalui FLEXIPLUS dan ECOPRO, kami berkomitmen menghadirkan green cement dengan jejak karbon lebih rendah tanpa mengorbankan kualitas dan performa,” jelas Oza.

Kolaborasi, Tantangan Pasar dan Dinamika Permintaan Konstruksi

Dari perspektif kebijakan industri, Kementerian Perindustrian memandang tahun 2026 sebagai fase penting dalam proses transformasi industri nasional menuju industri hijau yang berdaya saing.

Kepala Pusat Industri Hijau Kementerian Perindustrian, Apit Pria Nugraha, menyampaikan bahwa transformasi industri hijau tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga pada penguatan struktur dan daya saing industri nasional.

“Transformasi industri hijau harus menghasilkan dampak nyata, baik dari sisi efisiensi sumber daya maupun peningkatan daya saing industri. Inovasi yang aplikatif dan relevan menjadi kunci agar industri hijau mampu mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan, dan yang lebih penting keberlanjutan tidak boleh mengorbankan daya saing” ujar Apit.

Ia menambahkan bahwa industri bahan bangunan, khususnya semen, memiliki peran strategis karena berkaitan langsung dengan kualitas produk, efisiensi penggunaan sumber daya, serta dampak lingkungan jangka panjang.

“Pengembangan inovasi proses dan teknologi di industri semen menjadi sangat penting karena menentukan kualitas hasil pembangunan sekaligus efisiensi penggunaan sumber daya alam,” jelasnya.

Kolaborasi industri semen dan pemerintah juga dinilai makin penting, khususnya di industri perumahan. Dimana pemerintah menilai bahwa tantangan perumahan nasional saat ini tidak hanya terletak pada ketersediaan hunian, tetapi juga pada kualitas bangunan yang dibangun untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di kawasan perkotaan.

Kepala Sub Direktorat Wilayah I, Direktorat Pembangunan Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Adji Krisbandono, menjelaskan bahwa pertumbuhan populasi urban yang tinggi masih menciptakan backlog perumahan yang signifikan di berbagai kota di Indonesia.

“Kebutuhan hunian di kawasan perkotaan masih sangat besar, terutama untuk MBR. Pertumbuhan urbanisasi yang tinggi membuat backlog perumahan menjadi salah satu tantangan nasional yang perlu ditangani secara berkelanjutan,” jelas Adji.

Inovasi Hijau dan Momentum 15 Tahun Cemindo Gemilang

Seiring peringatan 15 tahun Cemindo Gemilang, perusahaan juga memperkuat pilar keberlanjutan berbasis manusia (people), baik internal perusahaan, baik karyawan dan keluarganya, maupun eksternal seperti tukang, kontraktor, toko dan distributor. Hal ini dilakukan melalui pengembangan Mandor Pintar Institute, kegiatan specifier roadshow, hingga program apresiasi bagi karyawan, distributor, retailer, dan komunitas konstruksi.

Oza menegaskan bahwa transformasi industri tidak dapat berjalan sendiri. Menurutnya, keberlanjutan tidak hanya soal teknologi dan efisiensi, tetapi juga tentang membangun ekosistem dan kemitraan jangka panjang. Sejalan dengan yang diprogramkan pemerintah, bahwa keberlanjutan tidak boleh mengorbankan kualitas, Semen Merah Putih sangat memahami prinsip tersebut dan menerapkannya secara konsisten dalam setiap inovasi produk yang dihadirkan.

“Lewat pendekatan ini, kami ingin memastikan bahwa transformasi industri yang kami jalankan benar-benar relevan dan berdampak bagi pembangunan nasional ke depan, serta sejalan dengan arah kebijakan pemerintah,” tutupnya. (*).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Semen Merah Putih
ShareTweet
Previous Post

Alur Kasus Korupsi Bimtek Dishub Bontang Terbongkar, Tersangka Manipulasi SPJ

Next Post

Disnaker Bontang Siap Fasilitasi Aspirasi Aliansi Terkait Kenaikan UMK–UMSK 2026

Related Posts

Inflasi Kaltim Tembus 3,31 Persen, Samarinda dan PPU Tertinggi
INFOGRAFIS

Inflasi Kaltim Tembus 3,31 Persen, Samarinda dan PPU Tertinggi

5 Cara Mendapatkan Penghasilan Tambahan dengan Modal HP dan Internet
GAYA HIDUP

5 Cara Mendapatkan Penghasilan Tambahan dengan Modal HP dan Internet

Harga Plastik Diam-diam Naik, Pedagang Kecil Mengeluh
EKBIS

Harga Plastik Diam-diam Naik, Pedagang Kecil Mengeluh

Lobi Kementrian ESDM, Bontang Dapat Tambahan 2.000 Sambungan Jargas Gratis
WARTA

Lobi Kementrian ESDM, Bontang Dapat Tambahan 2.000 Sambungan Jargas Gratis

KADIN Sumsel Bentuk Posko SAPA MBG, Wadah Aspirasi Mitra Program Makan Bergizi Gratis
KOLOM

KADIN Sumsel Bentuk Posko SAPA MBG, Wadah Aspirasi Mitra Program Makan Bergizi Gratis

Perusahaan Sambut Positif Aplikasi “Teman Naker”, Tapi Minta Fitur Diperkuat
WARTA

Perusahaan Sambut Positif Aplikasi “Teman Naker”, Tapi Minta Fitur Diperkuat

Next Post
Disnaker Bontang Siap Fasilitasi Aspirasi Aliansi Terkait Kenaikan UMK–UMSK 2026

Disnaker Bontang Siap Fasilitasi Aspirasi Aliansi Terkait Kenaikan UMK–UMSK 2026

Discussion about this post

Follow Us

dialektis-logo-1
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK

© 2022 DIALEKTIS.CO – Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 138000661

article 138000662

article 138000663

article 138000664

article 138000665

article 138000666

article 138000667

article 138000668

article 138000669

article 138000670

article 138000671

article 138000672

article 138000673

article 138000674

article 138000675

article 138000676

article 138000677

article 138000678

article 138000679

article 138000680

article 138000681

article 138000682

article 138000683

article 138000684

article 138000685

article 138000686

article 138000687

article 138000688

article 138000689

article 138000690

article 138000691

article 138000692

article 138000693

article 138000694

article 138000695

article 138000696

article 138000697

article 138000698

article 138000699

article 138000700

article 138000701

article 138000702

article 138000703

article 138000704

article 138000705

article 138000706

article 138000707

article 138000708

article 138000709

article 138000710

article 138000711

article 138000712

article 138000713

article 138000714

article 138000715

article 138000716

article 138000717

article 138000718

article 138000719

article 138000720

article 138000721

article 138000722

article 138000723

article 138000724

article 138000725

article 138000706

article 138000707

article 138000708

article 138000709

article 138000710

article 138000711

article 138000712

article 138000713

article 138000714

article 138000715

article 138000716

article 138000717

article 138000718

article 138000719

article 138000720

article 138000721

article 138000722

article 138000723

article 138000724

article 138000725

article 138000726

article 138000727

article 138000728

article 138000729

article 138000730

article 138000731

article 138000732

article 138000733

article 138000734

article 138000735

article 208000456

article 208000457

article 208000458

article 208000459

article 208000460

article 208000461

article 208000462

article 208000463

article 208000464

article 208000465

article 208000466

article 208000467

article 208000468

article 208000469

article 208000470

208000446

208000447

208000448

208000449

208000450

208000451

208000452

208000453

208000454

208000455

article 228000306

article 228000307

article 228000308

article 228000309

article 228000310

article 228000311

article 228000312

article 228000313

article 228000314

article 228000315

article 228000316

article 228000317

article 228000318

article 228000319

article 228000320

article 228000321

article 228000322

article 228000323

article 228000324

article 228000325

article 228000326

article 228000327

article 228000328

article 228000329

article 228000330

article 228000331

article 228000332

article 228000333

article 228000334

article 228000335

article 228000336

article 228000337

article 228000338

article 228000339

article 228000340

article 228000341

article 228000342

article 228000343

article 228000344

article 228000345

article 228000346

article 228000347

article 228000348

article 228000349

article 228000350

article 228000351

article 228000352

article 228000353

article 228000354

article 228000355

article 238000366

article 238000367

article 238000368

article 238000369

article 238000370

article 238000371

article 238000372

article 238000373

article 238000374

article 238000375

article 238000376

article 238000377

article 238000378

article 238000379

article 238000380

article 238000381

article 238000382

article 238000383

article 238000384

article 238000385

article 238000386

article 238000387

article 238000388

article 238000389

article 238000390

article 238000391

article 238000392

article 238000393

article 238000394

article 238000395

article 238000396

article 238000397

article 238000398

article 238000399

article 238000400

article 238000401

article 238000402

article 238000403

article 238000404

article 238000405

article 238000406

article 238000407

article 238000408

article 238000409

article 238000410

article 238000411

article 238000412

article 238000413

article 238000414

article 238000415

article 238000416

article 238000417

article 238000418

article 238000419

article 238000420

article 238000421

article 238000422

article 238000423

article 238000424

article 238000425

article 238000426

article 238000427

article 238000428

article 238000429

article 238000430

sumbar-238000366

sumbar-238000367

sumbar-238000368

sumbar-238000369

sumbar-238000370

sumbar-238000371

sumbar-238000372

sumbar-238000373

sumbar-238000374

sumbar-238000375

sumbar-238000376

sumbar-238000377

sumbar-238000378

sumbar-238000379

sumbar-238000380

sumbar-238000381

sumbar-238000382

sumbar-238000383

sumbar-238000384

sumbar-238000385

sumbar-238000386

sumbar-238000387

sumbar-238000388

sumbar-238000389

sumbar-238000390

sumbar-238000391

sumbar-238000392

sumbar-238000393

sumbar-238000394

sumbar-238000395

sumbar-238000396

sumbar-238000397

sumbar-238000398

sumbar-238000399

sumbar-238000400

sumbar-238000401

sumbar-238000402

sumbar-238000403

sumbar-238000404

sumbar-238000405

sumbar-238000406

sumbar-238000407

sumbar-238000408

sumbar-238000409

sumbar-238000410

news-1701