Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home WARTA

BW Ingatkan Moratorium Pendirian Universitas hingga 2024 Masih Berlaku

Redaksi by Redaksi
October 15, 2021
Soal Rencana Muat Batu Bara di Pelabuhan Loktuan, BW: Bedakan Mana Investasi

Anggota DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang (Foto/Yudi)

Share on FacebookShare on Twitter

DIALEKTIS.CO – Anggota DPRD Kota Bontang Bakhtiar Wakkang angkat bicara soal rencana pemerintah setempat untuk meningkatkan status kampus Sekolah Tinggi Teknik (Stitek) Bontang menjadi Universitas.

BW -sapaan akrabnya, menyampaikan apresiasinya atas niat Wali Kota Basri tersebut. Namun ia mengingatkan secara regulasi hal ini mustahil bisa dilakukan dalam 2 hingga 3,5 tahun ke depan. Lantaran terbentur dengan regulasi pusat.

Jelasnya, wacana tersebut telah lama digulirkan namun tahun 2016 terhenti setelah terbitnya keputusan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang menekankan tidak akan menyetujui pembangunan Universitas pada priode pemerintahan Presiden RI Joko Widodo hingga tahun 2024.

Sebab itu, alih-alih membangun Universitas, Kemenristekdikti hanya akan menyetujui pembangunan Politeknik dengan syarat harus bekerja sama dengan industri dalam menyerap tenaga kerja.

“Perlu diingat ada moratorium. Kemenristekdikti sekarang fokus ke pembangunan Politeknik,” ujarnya kepada redaksi dialektis.co.

Untuk itu, terkait Stitek, BW mengusulkan Pemkot untuk lebih dulu memastikan status kepemilikan Kampus beralmamater biru tersebut.

Baca juga: Dorong Stitek jadi Universitas, Basri: Saya Capek Wacana Terus

Kepastian status apakah sepenuhnya milik Pemerintah atau justru kepemilikan bersama dengan swasta ini dirasa penting. Karena terkait dengan aset hingga pertanggung jawaban keuangannya.

BW menekankan sembari menunggu masa berlaku moratorium Kemenristekdikti berakhir, pemerintah kota juga bisa fokus pada penyusunan kajian rencana arah pembangunan pendidikan.

“Kalau saya, sambil menunggu 2024 kita sudah siap. Karena tehnik, lebih baik bentuknya Institut. Jurusannya itu lebih yang bersifat pada kebutuhan Bontang, Kaltim dan Indonesia Timur,” terangnya.

Lebih jauh, BW mendukung terkait pembangunan kampus yang representatif di atas lahan yang telah dipersiapkan di kawasan Bontang Lestari. Bahkan, politisi NasDem itu meminta agar Detail Engineering Design (DED) untuk segera dipersiapkan.

Selain itu pemerintah kota harus terus melihat perkembangan arah kebijakan pemerintah pusat. Karena zamannya Jokowi, semua diarahkan ke Politehnik. Supaya perguruan tinggi dapat langsung bekerjasama dengan perusahan untuk menyerap tenaga kerja.

“Pasti hanya wacana, karena ada moratorium itu. Tapi kalau sudah dicabut dengan kekuatan hukum, sudahlah bisa kita gas full,” pungkasnya.

Sebelumnya diwartakan, Wali Kota Bontang Basri Rase melontarkan rencana untuk meningkatkan status Stitek Bontang menjadi Universitas. Jumlah Fakultas pun tengah dirancang untuk segera ditambah.

Basri menyatakan rencana ini akan diseriusi dalam masa kepemimpinannya. Sebutnya, hal itu menjadi bagian mewujudkan program Bontang Technopark.

“Di bawah kepemimpinan saya yang 3,5 tahun ini, saya ingin meletakkan pondasi. Selama ini kan selalu wacana terus itu Bontang Technopark, gedung Stitek aja nggak jadi-jadi,” ujar Basri kepada awak media.

Kata dia, rapat koordinasi dengan Stitek telah digelar. Basri memastikan status Stitek ialah milik Yayasan Pemerintah.

Untuk itu pembangunan kampus utama yang representatif di atas lahan yang telah dipersiapkan sejak 2004 di kawasan Bontang Lestari, akan segera dilakukan. (Yud/DT).

Print Friendly, PDF & Email
Tags: BontangSetwan Bontang
ShareTweet
Previous Post

Bakhtiar Wakkang Usul Pemkot Bentuk UPT Penerangan dan Parkir

Next Post

Brak! Mobil Dinas DPM-PTSP Bontang Tabrak Kantornya Sendiri

Related Posts

HIV di Bontang Capai 441 Kasus, 2026: 43 kasus baru, 24 laki-laki & 19 perempuan
WARTA

HIV di Bontang Capai 441 Kasus, 2026: 43 kasus baru, 24 laki-laki & 19 perempuan

Viral Kematian Anak 6 Tahun Karena DBD, Dinkes Bontang Sebut Penyebab Komplikasi Penyakit Penyerta
WARTA

Viral Kematian Anak 6 Tahun Karena DBD, Dinkes Bontang Sebut Penyebab Komplikasi Penyakit Penyerta

Sabtu Pemeliharaan WTP Altra Bontang, 16.500 Pelanggan di Area Ini Terdampak
WARTA

Kemarau Datang, Warga Bontang Diimbau Bijak Gunakan Air Bersih

Gagal Kabur, Dua Pelaku Curanmor di Sebuntal Ditangkap Warga di Jalan Poros BON-SMR
WARTA

Pelaku Curanmor Milik Pekerja SPBU Bonles Tertangkap, Ternyata Masih Pelajar

Khawatir Bebani APBD, Rustam Minta Pemerintah Tidak Rekrut Honorer Lagi
DPRD Bontang

Setuju Biaya Parkir Progresif di Citimall Bontang, Rustam: Perawatan Fasilitas Harus Meningkat

Biaya Parkir Progresif Diterapkan di Citimall Bontang, 80% Masuk Kas Daerah
WARTA

Biaya Parkir Progresif Diterapkan di Citimall Bontang, 80% Masuk Kas Daerah

Next Post
Brak! Mobil Dinas DPM-PTSP Bontang Tabrak Kantornya Sendiri

Brak! Mobil Dinas DPM-PTSP Bontang Tabrak Kantornya Sendiri

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.