Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home WARTA

Viral Kematian Anak 6 Tahun Karena DBD, Dinkes Bontang Sebut Penyebab Komplikasi Penyakit Penyerta

Redaksi by Redaksi
August 14, 2026
Viral Kematian Anak 6 Tahun Karena DBD, Dinkes Bontang Sebut Penyebab Komplikasi Penyakit Penyerta

Kepala Dinkes Bontang Toetoek Pribadi Ekowati (Foto/Mira)

Share on FacebookShare on Twitter

Dialektis.co – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang mengungkap kondisi yang menjadi faktor dalam kematian anak berusia enam tahun yang sebelumnya viral didiagnosis Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Dinkes Bontang Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan, berdasarkan kronologis dan laporan medis yang telah diterima serta diverifikasi, pasien tidak hanya mengalami DBD, tetapi juga memiliki penyakit penyerta.

“Berdasarkan laporan medis yang kami terima. Kondisi pasien mengalami komplikasi yang berkaitan dengan penyakit penyerta dan pada akhirnya pasien dinyatakan meninggal dunia,” kata dia, Jumat (14/8/2026).

Dijelaskannya, sebelum meninggal dunia. Pasien sempat menjalani perawatan di rumah sakit pertama selama kurang lebih lima hari.

Pasien kemudian dirujuk atau dipindahkan ke RSUD untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.

Selama menjalani perawatan, tim medis telah memberikan penanganan sesuai kondisi klinis pasien sekaligus melakukan pemantauan terhadap perkembangannya.

Namun, kondisi pasien kemudian mengalami komplikasi yang berkaitan dengan penyakit penyerta. Komplikasi tersebut menjadi bagian dari kondisi medis yang dialami pasien hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Toetoek menegaskan, pihaknya tidak dapat membeberkan secara rinci penyakit penyerta maupun detail kondisi medis pasien. Informasi tersebut merupakan bagian dari rekam medis dan menyangkut privasi pasien serta keluarga.

“Terkait kondisi medis pasien dan penyebab kematian tetap menjadi bagian dari rekam medis dan disampaikan sesuai ketentuan serta kewenangan yang berlaku,” ujarnya.

Dinkes juga memastikan pasien telah mendapatkan penanganan medis selama menjalani perawatan. Karena itu, kematian pasien tidak semata-mata dijelaskan berdasarkan diagnosis DBD, melainkan juga berkaitan dengan komplikasi penyakit penyerta yang dialaminya.

Kasus ini menjadi perhatian Dinkes di tengah masih ditemukannya penyakit dengue di Bontang. Hingga saat ini tercatat 425 kasus Demam Dengue (DD) dan 131 kasus DBD.

Toetoek mengimbau masyarakat tidak menunda pemeriksaan ketika mengalami demam atau gejala yang mengarah pada DBD. Selain itu, pencegahan melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan menjaga kebersihan lingkungan perlu terus dilakukan untuk menekan risiko kasus dengue. (*/Mira/DT).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Berita Bontang
ShareTweet
Previous Post

Pupuk Kaltim Dorong Pemanfaatan Limbah Organik untuk Pertanian Berkelanjutan

Next Post

HIV di Bontang Capai 441 Kasus, 2026: 43 kasus baru, 24 laki-laki & 19 perempuan

Related Posts

HIV di Bontang Capai 441 Kasus, 2026: 43 kasus baru, 24 laki-laki & 19 perempuan
WARTA

HIV di Bontang Capai 441 Kasus, 2026: 43 kasus baru, 24 laki-laki & 19 perempuan

Pupuk Kaltim Dorong Pemanfaatan Limbah Organik untuk Pertanian Berkelanjutan
EKBIS

Pupuk Kaltim Dorong Pemanfaatan Limbah Organik untuk Pertanian Berkelanjutan

Sabtu Pemeliharaan WTP Altra Bontang, 16.500 Pelanggan di Area Ini Terdampak
WARTA

Kemarau Datang, Warga Bontang Diimbau Bijak Gunakan Air Bersih

Gagal Kabur, Dua Pelaku Curanmor di Sebuntal Ditangkap Warga di Jalan Poros BON-SMR
WARTA

Pelaku Curanmor Milik Pekerja SPBU Bonles Tertangkap, Ternyata Masih Pelajar

Khawatir Bebani APBD, Rustam Minta Pemerintah Tidak Rekrut Honorer Lagi
DPRD Bontang

Setuju Biaya Parkir Progresif di Citimall Bontang, Rustam: Perawatan Fasilitas Harus Meningkat

Biaya Parkir Progresif Diterapkan di Citimall Bontang, 80% Masuk Kas Daerah
WARTA

Biaya Parkir Progresif Diterapkan di Citimall Bontang, 80% Masuk Kas Daerah

Next Post
HIV di Bontang Capai 441 Kasus, 2026: 43 kasus baru, 24 laki-laki & 19 perempuan

HIV di Bontang Capai 441 Kasus, 2026: 43 kasus baru, 24 laki-laki & 19 perempuan

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.