Dialektis.co – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang mengungkap kondisi yang menjadi faktor dalam kematian anak berusia enam tahun yang sebelumnya viral didiagnosis Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kepala Dinkes Bontang Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan, berdasarkan kronologis dan laporan medis yang telah diterima serta diverifikasi, pasien tidak hanya mengalami DBD, tetapi juga memiliki penyakit penyerta.
“Berdasarkan laporan medis yang kami terima. Kondisi pasien mengalami komplikasi yang berkaitan dengan penyakit penyerta dan pada akhirnya pasien dinyatakan meninggal dunia,” kata dia, Jumat (14/8/2026).
Dijelaskannya, sebelum meninggal dunia. Pasien sempat menjalani perawatan di rumah sakit pertama selama kurang lebih lima hari.
Pasien kemudian dirujuk atau dipindahkan ke RSUD untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.
Selama menjalani perawatan, tim medis telah memberikan penanganan sesuai kondisi klinis pasien sekaligus melakukan pemantauan terhadap perkembangannya.
Namun, kondisi pasien kemudian mengalami komplikasi yang berkaitan dengan penyakit penyerta. Komplikasi tersebut menjadi bagian dari kondisi medis yang dialami pasien hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Toetoek menegaskan, pihaknya tidak dapat membeberkan secara rinci penyakit penyerta maupun detail kondisi medis pasien. Informasi tersebut merupakan bagian dari rekam medis dan menyangkut privasi pasien serta keluarga.
“Terkait kondisi medis pasien dan penyebab kematian tetap menjadi bagian dari rekam medis dan disampaikan sesuai ketentuan serta kewenangan yang berlaku,” ujarnya.
Dinkes juga memastikan pasien telah mendapatkan penanganan medis selama menjalani perawatan. Karena itu, kematian pasien tidak semata-mata dijelaskan berdasarkan diagnosis DBD, melainkan juga berkaitan dengan komplikasi penyakit penyerta yang dialaminya.
Kasus ini menjadi perhatian Dinkes di tengah masih ditemukannya penyakit dengue di Bontang. Hingga saat ini tercatat 425 kasus Demam Dengue (DD) dan 131 kasus DBD.
Toetoek mengimbau masyarakat tidak menunda pemeriksaan ketika mengalami demam atau gejala yang mengarah pada DBD. Selain itu, pencegahan melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan menjaga kebersihan lingkungan perlu terus dilakukan untuk menekan risiko kasus dengue. (*/Mira/DT).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.









Discussion about this post