Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home EKBIS

Tegas, Agus Haris Minta Sistem Kerja Borongan di Proyek PT Wika Dihentikan

Redaksi by Redaksi
May 23, 2022
Tegas, Agus Haris Minta Sistem Kerja Borongan di Proyek PT Wika Dihentikan

Agus Haris (kaos merah) Saat Lakukan Sidak Proyek PT Wika

Share on FacebookShare on Twitter

DIALEKTIS.CO – Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris mendesak PT Wijaya Karya (Wika) untuk segera menghentikan pola kerja borongan dalam pengerjaan pabrik ammonium nitrat yang tengah berlangsung di kawasan indusrtri KIE.

Hal itu ia tegaskan, menyusul temuan lapangan saat Komisi Gabungan DPRD mengelar inspeksi mendadak (Sidak) di lokasi proyek pembangunan pabrik yang tengah dikerjakan PT Wika tersebut, Senin (23/5) Pagi.

AH –sapaan akrabnya menyatakan langkah manajemen proyek yang memecah sejumlah paket pekerjaan kemudian pengerjaannya diborongkan, berpotensi menyalahi aturan. Terlebih jika bersifat penunjukkan.

“Ini harus segera dihentikan,” tegas AH.

Baca juga: Serapan Tenaga Kerja Lokal PT WIKA Dipertanyakan Dewan

Kata dia, sistem borongan pekerjaan ini juga menutup peluang pengusaha lokal untuk ikut terlibat. Terbukti, paket pekerjaan borongan tersebut justru diberikan kepada karyawan PT Wika sendiri yang kemudian disebut mandor.

“Ini Disnaker harus jeli. Kali kedua kita kecolongan dengan sitem yang sama, hal yang sama juga pernah terjadi di proyek GPK,” bebernya.

Tak berhenti di situ, Agus Haris juga meminta PT Wika untuk menghentikan pengerjaan 20 orang tenaga kerja yang didatangkan dari luar daerah, sebab tidak dilakukan sesuai prosedur dan seharusnya masih bisa mengutamakan pekerja lokal.

Politisi Gerinda itu menegaskan setiap investasi harus mematuhi regulasi yang ada termasuk Peraturan Daerah (Perda) Bontang nomor 10 Tahun 2018 tentang rekrutmen dan penempatan tenaga kerja. Perusahaan wajib mengakomodir paling sedikit 75 % tenaga kerja lokal dari total jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan.

“Kalau hanya Welder dan Pipe fitter, banyak sekali di Bontang,” cecarnya.

Baca juga: Heboh Pekerja Luar Daerah di Proyek PT KAN, FSP KEP: Tenaga Skill Harus Jelas

Di lokasi yang sama, Manager Proyek Wika, Hadi Prasetyo mengakui pihaknya tengah menerapkan pengerjaan paket borongan kepada sejumlah pekerja yang kemudian disebut mandor. Setiap mandor mengontrol dan memiliki target kerja sendiri.

Lebih jauh, Hadi menyatakan sistem borongan tersebut akan mereka evaluasi. Sehingga tidak menutup kemungkinan pengerjaan tersebut nantinya akan dilaporkan ke Dinas Ketenagakerjaan.

“Kalau yang pekerja dari luar itu memang mau kami laporkan, tapi ya sudah terlanjur viral duluan,” pungasnya. (Yud/DT).

Print Friendly, PDF & Email
Tags: BontangProyek Wika
ShareTweet
Previous Post

Wujudkan Masyarakat Mandiri dan Kreatif, PKT Gelar Pelatihan Barista bagi Pemuda Bontang

Next Post

Heboh! Warga Dikejutkan Kabar Gantung Diri di Jalan Pattimura

Related Posts

Khawatir Bebani APBD, Rustam Minta Pemerintah Tidak Rekrut Honorer Lagi
DPRD Bontang

Setuju Biaya Parkir Progresif di Citimall Bontang, Rustam: Perawatan Fasilitas Harus Meningkat

Biaya Parkir Progresif Diterapkan di Citimall Bontang, 80% Masuk Kas Daerah
WARTA

Biaya Parkir Progresif Diterapkan di Citimall Bontang, 80% Masuk Kas Daerah

Pupuk Kaltim Salurkan Rp858,7 Juta untuk Pengendalian Stunting di Kota Bontang
WARTA

Pupuk Kaltim Salurkan Rp858,7 Juta untuk Pengendalian Stunting di Kota Bontang

Tiket Lembah Permai Fair Gratis Malam Ini, Hadirkan Golden Memories Lewat Aksi Panggung Galatua Reborn
EKBIS

Tiket Lembah Permai Fair Gratis Malam Ini, Hadirkan Golden Memories Lewat Aksi Panggung Galatua Reborn

Pengawas SPBU Kopkar Bantah Kualitas Pertamax Sulit Dipertanggung jawabkan
EKBIS

Nopol Luar Kaltim Bakal Dilarang Isi BBM Subsidi di Bontang, Kecuali Angkutan Barang

Distribusi Solar di SPBU Disorot, Pertamina: Bontang Sudah Terapkan Antrean Online
EKBIS

Berlaku Mulai Hari Ini, Pertamax di Kaltim Resmi Turun Rp 350 jadi Rp16.300

Next Post
Heboh! Warga Dikejutkan Kabar Gantung Diri di Jalan Pattimura

Heboh! Warga Dikejutkan Kabar Gantung Diri di Jalan Pattimura

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.