Dialektis.co – Persiapan serius dilakukan SMP Negeri 3 Bontang menjelang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat kota. Salah satu cabang yang menjadi perhatian sekolah adalah pantomim, yang tahun ini mengangkat tema pelestarian laut dan pesisir dari ancaman sampah.
Wakil Kepala SMPN 3 Bontang, Rahayu Novita, mengatakan sekolah hanya mengirim satu grup pantomim yang terdiri dari dua siswa. Menurutnya, format penampilan pantomim memang dimainkan oleh dua orang dalam satu tim.
“Kalau pantomim memang satu grup isinya dua pemain. Sebenarnya boleh membawa dua grup, tapi kami fokus satu tim dulu, dan besok mereka bertanding. Jadi hari ini latiham terakhir” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Ia menjelaskan, persiapan para siswa sudah dimulai sejak awal semester atau sekitar enam bulan lalu. Selama proses latihan, kedua siswa dibimbing secara intensif oleh pelatih dari luar sekolah yang didatangkan khusus menggunakan anggaran pembinaan.
“Dari Januari mereka sudah latihan. Karena untuk pelatih tidak bisa menggunakan dana BOS jika ASN, jadi kami memang memakai pelatih dari luar,” katanya.
Tahun ini, tema pantomim FLS3N disebut lebih spesifik dibanding tahun sebelumnya. Jika sebelumnya peserta diberi ruang eksplorasi yang lebih luas, kini tema langsung mengarah pada isu lingkungan laut dan pesisir.
“Temanya tentang menjaga laut dari sampah. Tahun ini memang lebih spesifik dari juknis nasional FLS3N,” jelasnya.
Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi Kota Bontang yang dikenal sebagai daerah pesisir. Pesan tentang menjaga laut dinilai dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Penampilan pantomim nantinya dibatasi maksimal tujuh menit, termasuk pembukaan dan pembacaan sinopsis singkat sebelum pertunjukan dimulai. Kedua siswa akan memperkenalkan cerita yang dibawakan tanpa membocorkan keseluruhan isi pertunjukan.
“Di awal mereka memperkenalkan dulu cerita yang dibawa, baru masuk penampilan inti,” ucapnya.
Adapun dua siswa yang dipilih merupakan pelajar kelas 7F. Rahayu mengaku keduanya dipilih bukan karena sudah memiliki dasar pantomim, melainkan karena kemauan belajar dan tanggung jawab yang tinggi.
“Awalnya mereka benar-benar dari nol, masih kaku sekali. Tapi karena kemauannya kuat, akhirnya berkembang luar biasa,” ungkapnya.
Ia menilai proses latihan yang dijalani selama berbulan-bulan menjadi pengalaman berharga bagi para siswa. Bahkan sekolah berencana terus melakukan regenerasi pemain pantomim setiap tahun melalui rekrutmen siswa baru.
Dengan jumlah peserta yang tidak terlalu banyak di tingkat kota, SMPN 3 Bontang berharap tim pantomim mereka mampu menembus posisi tiga besar.
“Harapannya tentu bisa masuk tiga besar. Kerja keras mereka selama ini luar biasa,” tutupnya. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg kemudian join.









Discussion about this post