Dialektis.co – Warga mengeluhkan kondisi jalan kotor dan debu akibat aktivitas proyek pembangunan folder Tanjung Laut, Kota Bontang.
Debu yang diakibatkan proyek senilai Rp38,5 miliar itu dinilai menggangu kenyamanan dan membahayakan kesehatan, terutama bagi pengguna jalan dan warga sekitar.
“Kami mendukung proyek ini. Tapi, tolonglah jalan kami disiram pagi dan sore,” ujar Rahman, warga Jalan Selat Karimata RT 19 itu di sela kunjungan lapangan dewan, Senin (10/8/2026) pagi.
Di hadapan Ketua DPRD Andi Faizal Sofyan Hasdam, Ketua Komisi III Alfian Rausan Fikry, serta dinas terkait dan kontraktor pelaksana. Rahman mengeluhkan kondisi sekitar proyek.
Kata dia, sudah dua bulan terakhir debu yang ditimbulkan dari aktivitas keluar masuk kendaraan sangat mengganggu. Terlebih tepat di sebrang pintu masuk merupakan lokasi belajar anak usia dini.
Rahman mengaku sudah berulang kali berupaya menyampaikan hal ini ke kontraktor. Namun, seolah tak ditanggapi.
“Ini pas Pak Dewan mau ke lokasi baru di sapu. Masih tebal bekasnya. Kami hanya minta disiram dua kali sehari,” tegasnya.
Menanggapi itu, Andi Faizal dan Alfian menegaskan hal ini harus menjadi perhatian kontraktor pelaksana. Sebab, kenyamanan dan keamanan warga harus diperhatikan.
“Tinggal dikomunikasikan dengan bagus saja keluhan warga ini. Kontraktor, kebersihan jalan warga harus diperhatikan ya,” tegas Andi Faiz.
Lebih lanjut Andi Faiz, menegaskan kontraktor harus bekerja sesuai standar spesifikasi perencanaan. Serta memastikan seluruh progres pekerjaan dapat dirampungkan sesuai waktu dan kualitas yang telah ditetapkan. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.









Discussion about this post