Dialektis.co – Rencana pemberlakuan retribusi masuk di tiga objek wisata unggulan Kota Bontang yang semula dijadwalkan mulai 1 Maret 2026 mengalami penyesuaian waktu. Penundaan tersebut dipicu oleh sejumlah kendala teknis yang masih dalam tahap penyelesaian.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Bontang, Eko Mashudi, menjelaskan bahwa karcis retribusi yang akan digunakan saat ini masih dalam proses penomoran seri oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Selain itu, pihaknya juga tengah merampungkan kesiapan petugas pemungut retribusi di lapangan.
“Lebih baik terlambat daripada nantinya bermasalah. Jika tidak ada kendala, Senin sudah bisa mulai diterapkan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Ahad (1/3/2026).
Eko menambahkan, wisatawan nantinya diberikan kemudahan dalam metode pembayaran. Selain pembayaran tunai, pengunjung juga dapat menggunakan transfer maupun QRIS. Sementara untuk retribusi parkir di kawasan wisata, hal tersebut menjadi kewenangan teknis Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang.
Adapun besaran tarif yang telah ditetapkan yakni Rp2 ribu untuk anak-anak, Rp5 ribu bagi pengunjung dewasa, dan Rp90 ribu untuk wisatawan mancanegara. Retribusi ini akan diberlakukan di tiga destinasi, yakni Pelataran Bontang Kuala, Pulau Beras Basah, serta Mangrove Berbas Pantai.
Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Bontang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 mengenai Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Dalam pelaksanaannya, pemungutan retribusi akan dilakukan melalui dua mekanisme, yakni pengelolaan langsung oleh Disporapar dan pola kemitraan dengan masyarakat sekitar destinasi guna memberdayakan komunitas lokal. Seluruh hasil pungutan nantinya disetorkan ke kas daerah sebagai bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pemkot Bontang berharap kebijakan ini tak hanya berdampak pada peningkatan PAD, tetapi juga menunjang perawatan serta pengembangan fasilitas wisata secara berkelanjutan demi kenyamanan pengunjung. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.









Discussion about this post