Dialektis.co – Upaya Persiba Balikpapan untuk menjauh dari zona merah degradasi Liga-2 Indonesia masih tertahan, setelah pada pekan ke-21 hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan PSIS Semarang.
Sejatinya Beruang Madu -julukan Persiba, memiliki peluang besar untuk menjauh dari zona kritis. Sebab di laga hidup mati ini, bermain di kandang sendiri, Stadion Batakan, Ahad (1/3/2026).
Jalannya Pertandingan
Babak pertama, kedua keseblasan yang hanya memiliki selisih 1 poin itu tampil sangat hati-hati. Keduanya, bermain rapat menjaga kedalaman permainan. Meski begitu, Persiba yang memiliki sejumlah peluang mutlak terbuang percuma.
Babak kedua, Persiba tampil lebih tampil menekan. Bahkan, di menit ke-65 Stadion Batakan sempat bergemuruh saat Lorensius Sabda berhasil mencetak gol. Namun, sayang dianulir wasit.
Atas keputusan itu, official Beruang Madu sempat melayangkan protes keras. Akibat keputusan VAR yang dinilai kontrofersial menganulir gol tersebut.
Wasit bersikeras menganulir gol tersebut karena Lorensius dianggap berada dalam posisi offside.
Momentum sebenarnya kebali berpihak pada Persiba saat pemain PSIS, Ibrahim Sanjaya, diusir keluar lapangan pada menit ke-87 setelah menerima kartu kuning kedua.
Menghadapi 10 pemain. Persiba terus menggempur pertahanan PSIS selama sisa waktu. Sayangnya, penyelesaian akhir yang buruk membuat Persiba gagal memecah kebuntuan hingga laga usai.
Dengan hasil ini, persiba masih tertahan di peringkat 8 Grup-2 dengan 17 poin, sementara PSIS Semarang juga tertahan di peringkat 9 atau Zona Play-off degradasi dengan 16 Poin. Berada satu strip di atas Persipal FC di Peringkat 10 atau juru kunci dengan koleksi 7 Poin. (*)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post