Dialektis.co – Sebanyak 28 peserta pelatihan aplikasi perkantoran yang difasilitasi Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang berhasil meraih sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) setelah dinyatakan kompeten dalam uji kompetensi yang digelar, Senin (29/6/2026).
Uji kompetensi tersebut merupakan hasil kerja sama Disnaker Bontang dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Aptekkom.
Kegiatan berlangsung di Gedung LPK Aptekkom, Jalan KS Tubun, samping SMP Negeri 7 Bontang, usai para peserta mengikuti pelatihan intensif selama 20 hari.
Dalam proses sertifikasi, peserta diuji pada 11 unit kompetensi yang menjadi standar kemampuan tenaga kerja di bidang aplikasi perkantoran.
Materi yang diujikan meliputi pengoperasian perangkat komputer, penggunaan sistem operasi, pemanfaatan perangkat periferal, aplikasi presentasi dasar, penelusuran internet menggunakan web browser.
Pengelolaan surat elektronik, penggunaan media sosial, pengolahan dokumen dan lembar kerja, pemasukan data, hingga pemahaman mengenai aspek keamanan informasi pengguna.
Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan memenuhi standar kompetensi dan berhak memperoleh sertifikat resmi dari BNSP yang diakui secara nasional.
Kepala Disnaker Kota Bontang, Asdar, yang hadir meninjau langsung pelaksanaan uji kompetensi mengatakan, sertifikat BNSP menjadi nilai tambah bagi pencari kerja karena pengakuannya berlaku di seluruh Indonesia.
Menurutnya, program pelatihan dan sertifikasi ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.
“Sertifikat BNSP ini tidak hanya berlaku untuk melamar pekerjaan di Kota Bontang, tetapi juga dapat digunakan di berbagai daerah di Indonesia karena memiliki pengakuan secara nasional,” terangnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan disiplin hingga menyelesaikan proses sertifikasi.
Pemerintah Kota Bontang, lanjutnya, sengaja menghadirkan program pelatihan secara gratis agar masyarakat memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja tanpa harus terbebani biaya yang cukup besar.
“Kalau mengikuti pelatihan secara mandiri, biaya untuk mengikuti sertifikasi BNSP bisa mencapai sekitar Rp7 juta hingga Rp8 juta,” ungkapnya.
Asdar berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat dimanfaatkan secara maksimal, baik untuk memperoleh pekerjaan maupun meningkatkan kemampuan profesional di tempat kerja. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.






Discussion about this post