Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home WARTA

Ditanya Seberapa Penting Adipura Menteri Turun Langsung, Hanif Bawa-bawa Prabowo

Redaksi by Redaksi
February 7, 2026
Ditanya Seberapa Penting Adipura Menteri Turun Langsung, Hanif Bawa-bawa Prabowo

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq (Foto/Isn)

Share on FacebookShare on Twitter

Dialektis.co – Di sela-sela kunjugan kerja ke Kota Bontang. Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq menegaskan pentingnya kehadirannya langsung dalam proses penilaian daerah yang layak menerima penghargaan Adipura, Sabtu (7/2/2026).

Penilaian yang Utuh dan Objektif

Menjawab pertanyaan media ini, Hanif menjabarkan Adipura merupakan cerminan kemampuan suatu kabupaten/kota dalam mengelola sampah secara sistematis.

Kata dia, hal yang ingin dipastikan secara langsung yakni bagaimana proses pengangkutan. Bagaimana proses akhirnya. Serta apakah dalam prosesnya memiliki nilai peningkatan ekonomi.

Baca juga: Breaking News: Menteri LH Kunjungi Bontang, Verifikasi Kelayakan Raih Adipura 2026

“Ini semua sangat penting. Untuk memastikan bahwa kultur dan budaya kita dalam pengelolaan sampah memang memadai untuk menjadi negara maju,” ujarnya.

Instruksi Presiden: Perang Melawan Sampah

Hanif menyatakan saat ini seluruh kabupaten/kota di Indonesia berada dalam status darurat sampah. Termasuk Bontang.

Menyikapi itu, kata Hanif, Presiden Prabowo Subianto beberapa hari lalu telah mendeklarasikan gerakan “Indonesia Asri” sebagai simbol perang melawan sampah.

“Maka, simbol peperangan yang sagat kuat ketokohannya (Adipura) harus dibangun dengan sempurna. Jangan sampai kita menetapkan daerah ini mendapat Adipura. Ternyata sisi masyarakatnya tidak mendukung,” tuturnya.

Baca juga: Pengelolaan Sampah Rusunawa Loktuan Turut jadi Perhatian Menteri Lingkungan Hidup

Kunjungan Hanif ke sejumlah titik di Kabupaten Ciamis, Kota Balikpapan, Bontang, dan Surabaya jadi bagian dari mengonfirmasi data lapangan. Agar benar akurat.

LH Klasifikasi Kota: Bersih hingga “Sangat Kotor”

Hanif menyatakan pihaknya kini mesti benar-benar selektif dalam penilaian. Terlebih, pemerintah akan bersikap tegas dalam memberikan predikat kepada daerah-daerah di Indonesia.

Hasil penilaian ini akan dikonfirmasi dalam bentuk berita acara. Untuk kemudian diserahkan kepada pemenang di hari peringatan sampah nasional.

Baca juga: Menteri Lingkungan Hidup Senyum Lihat Petugas Pembersih Laut Bekerja di Selambai

“Jadi kota yang mendapat predikat Adipura tentu akan menjadi contoh nasional. Di bawahnya ada kota-kota yang mendapat sertifikat, lalu kota kotor dan sangat kotor,” ungkapnya.

Dirincikannya, saat ini terdapat 4 daerah yang berpotensi meraih Adipura terdiri dari 1 kabupaten dan 3 kota. Kemudian 29 kota memenuhi standar bersertifikat yakni daerah yang menuju kota bersih, dan sisianya 400 lebih dalam kategori kota kotor dan sangat kotor.

“Presiden menyatakan kita darurat sampah. Penanganannya harus sungguh-sungguh. Komitmennya harus kuat, tidak boleh ada toleransi sedikit pun terhadap kelalaian pengelolaan sampah,” tutupnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabun saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Kabar Bontang
ShareTweet
Previous Post

Peletakan Batu Pertama Elara Lestari, Cek Harganya jadi Hunian Terjangkau di Bontang

Next Post

Editorial: Di Balik Topi Biru Menteri Hanif, Ada Pesan Tegas tentang Sampah dan Tanggung Jawab Bersama

Related Posts

HIV di Bontang Capai 441 Kasus, 2026: 43 kasus baru, 24 laki-laki & 19 perempuan
WARTA

HIV di Bontang Capai 441 Kasus, 2026: 43 kasus baru, 24 laki-laki & 19 perempuan

Viral Kematian Anak 6 Tahun Karena DBD, Dinkes Bontang Sebut Penyebab Komplikasi Penyakit Penyerta
WARTA

Viral Kematian Anak 6 Tahun Karena DBD, Dinkes Bontang Sebut Penyebab Komplikasi Penyakit Penyerta

Sabtu Pemeliharaan WTP Altra Bontang, 16.500 Pelanggan di Area Ini Terdampak
WARTA

Kemarau Datang, Warga Bontang Diimbau Bijak Gunakan Air Bersih

Gagal Kabur, Dua Pelaku Curanmor di Sebuntal Ditangkap Warga di Jalan Poros BON-SMR
WARTA

Pelaku Curanmor Milik Pekerja SPBU Bonles Tertangkap, Ternyata Masih Pelajar

Khawatir Bebani APBD, Rustam Minta Pemerintah Tidak Rekrut Honorer Lagi
DPRD Bontang

Setuju Biaya Parkir Progresif di Citimall Bontang, Rustam: Perawatan Fasilitas Harus Meningkat

Biaya Parkir Progresif Diterapkan di Citimall Bontang, 80% Masuk Kas Daerah
WARTA

Biaya Parkir Progresif Diterapkan di Citimall Bontang, 80% Masuk Kas Daerah

Next Post
Editorial: Di Balik Topi Biru Menteri Hanif, Ada Pesan Tegas tentang Sampah dan Tanggung Jawab Bersama

Editorial: Di Balik Topi Biru Menteri Hanif, Ada Pesan Tegas tentang Sampah dan Tanggung Jawab Bersama

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.