Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home RAGAM KOLOM

Editorial: Di Balik Topi Biru Menteri Hanif, Ada Pesan Tegas tentang Sampah dan Tanggung Jawab Bersama

Redaksi by Redaksi
February 7, 2026
Editorial: Di Balik Topi Biru Menteri Hanif, Ada Pesan Tegas tentang Sampah dan Tanggung Jawab Bersama

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq Bincang dengan Warga Selambai (Foto/Isn)

Share on FacebookShare on Twitter

Dialektis.co – Siang di Kota Bontang tak terlalu terik. Hujan yang baru saja reda meninggalkan jejak lembap di jalan-jalan protokol. Aspal di sejumlah ruas masih basah, udara terasa segar, dan suasana kota bergerak pelan menuju sore.

Sekitar pukul 15.20 WITA, sebuah mobil patroli pengawal (patwal) melaju di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Loktuan, Bontang Utara, Kalimantan Timur. Tanpa sirene yang mencolok, kendaraan itu mengiringi sebuah Toyota Vellfire putih berpelat RI 28. Rombongan tersebut berbelok dan memasuki kawasan Pasar Taman Citra.

Kedatangan mobil berpelat RI itu bukan untuk berbelanja. Tujuannya sederhana, namun bermakna, melihat langsung kebersihan lingkungan pasar.

Dari dalam kendaraan, turun seorang pria berwibawa. Ia mengenakan topi biru gelap dan kemeja senada, tampak sederhana namun tegas. Di belakangnya, beberapa staf dan ajudan setia mendampingi. Sosok itu adalah Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.

Langkahnya tidak tergesa, tetapi pasti. Ia berhenti di beberapa titik, mengamati, lalu bertanya. Nada bicaranya jauh dari kesan menginterogasi lebih seperti tamu yang ingin memahami kondisi tuan rumahnya. Ia mendengar penjelasan, menatap sudut-sudut lingkungan, dan sesekali mengangguk pelan.

Sorot matanya seakan ingin memastikan satu hal, bahwa kebersihan bukan sekadar hasil kerja sesaat demi kunjungan pejabat, melainkan kebiasaan yang lahir dari kesadaran bersama.

Topi biru yang ia kenakan melindunginya dari terik, namun juga memberi kesan praktis simbol bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Kemejanya rapi, tetapi sepatunya siap melangkah ke mana saja. Dari pasar, rumah susun, hingga pemukiman di atas laut, semua ingin ia lihat dengan mata kepala sendiri.

Di tengah situasi nasional yang kerap disebut berada dalam kondisi darurat sampah, kehadiran Menteri Hanif di lapangan menjadi pengingat penting. Persoalan lingkungan tak bisa diselesaikan dari balik meja rapat. Ia harus disentuh, dicium aromanya, dilihat langsung kondisinya, dan yang paling penting didengar ceritanya dari warga.

Tak banyak pernyataan yang diucapkan sore itu. Namun pesan yang dibawa terasa kuat. Kota yang bersih bukan soal penghargaan atau lomba semata, melainkan cerminan tanggung jawab bersama. Dari pejabat hingga pedagang pasar, dari pemerintah hingga anak-anak yang tumbuh di kawasan pesisir, semua memegang peran yang sama pentingnya.

Sore kian merambat. Pria bertopi biru itu melanjutkan langkahnya tanpa gegap gempita. Ia pergi tanpa janji berlebihan, namun meninggalkan jejak berupa harapan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari keberanian untuk melihat kenyataan apa adanya. (*)

Penulis Asep Suhendar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabun saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.

Print Friendly, PDF & Email
ShareTweet
Previous Post

Ditanya Seberapa Penting Adipura Menteri Turun Langsung, Hanif Bawa-bawa Prabowo

Next Post

Dramatis, Kalah Adu Penalti dari Iran 5-4 Timnas Futsal Indonesia Juara 2 Piala Asia

Related Posts

HIV di Bontang Capai 441 Kasus, 2026: 43 kasus baru, 24 laki-laki & 19 perempuan
WARTA

HIV di Bontang Capai 441 Kasus, 2026: 43 kasus baru, 24 laki-laki & 19 perempuan

Viral Kematian Anak 6 Tahun Karena DBD, Dinkes Bontang Sebut Penyebab Komplikasi Penyakit Penyerta
WARTA

Viral Kematian Anak 6 Tahun Karena DBD, Dinkes Bontang Sebut Penyebab Komplikasi Penyakit Penyerta

Sabtu Pemeliharaan WTP Altra Bontang, 16.500 Pelanggan di Area Ini Terdampak
WARTA

Kemarau Datang, Warga Bontang Diimbau Bijak Gunakan Air Bersih

Gagal Kabur, Dua Pelaku Curanmor di Sebuntal Ditangkap Warga di Jalan Poros BON-SMR
WARTA

Pelaku Curanmor Milik Pekerja SPBU Bonles Tertangkap, Ternyata Masih Pelajar

Khawatir Bebani APBD, Rustam Minta Pemerintah Tidak Rekrut Honorer Lagi
DPRD Bontang

Setuju Biaya Parkir Progresif di Citimall Bontang, Rustam: Perawatan Fasilitas Harus Meningkat

Biaya Parkir Progresif Diterapkan di Citimall Bontang, 80% Masuk Kas Daerah
WARTA

Biaya Parkir Progresif Diterapkan di Citimall Bontang, 80% Masuk Kas Daerah

Next Post
Dramatis, Kalah Adu Penalti dari Iran 5-4 Timnas Futsal Indonesia Juara 2 Piala Asia

Dramatis, Kalah Adu Penalti dari Iran 5-4 Timnas Futsal Indonesia Juara 2 Piala Asia

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.