Dialektis.co – Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengingatkan pemerintah kota (pemkot) setempat untuk menyusun langkah antisipasi menyusul mulai maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor pertambangan.
Seperti diketahui, saat ini sekitar 600 karyawan PT Pama Persada Nusantara telah terdampak PHK. Kondisi ini disinyalir masih akan bertambah seiring dinamika yang terjadi di sektor pertambangan, termasuk perusahaan lain di wilayah sekitar.
Menurut Andi Faiz, hal itu perlu segera diantisipasi dengan langkah konkret. Agar tidak berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi masyarakat. Mengingat cukup banhyak warga Bontang yang bekerja di sektor tersebut.
“Ini perlu direspons cepat. Dengan langkah strategis, agar dampaknya tidak meluas ke sektor lain,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Politisi Golkar itu mendorong pemerintah untuk segera melakukan pendataan pekerja asal Bontang yang terdampak langsung. Serta menyiapkan program pelatihan kompetensi bagi mereka.
Hal ini dinilai penting, agar mereka segera memiliki keterampilan baru. Dan tidak sepenuhnya bergantung pada sektor tambang.
Lebih jauh, Andi Faiz menilai penguatan sektor UMKM juga menjadi opsi yang memungkinkan.
Pengembangan UMKM dinilai mampu menjadi alternatif lapangan pekerjaan di tengah goyahnya industri pertambangan.
“UMKM harus diperkuat. Sebagai penopang ekonomi masyarakat. Agar ada ruang kerja baru di luar sektor tambang,” katanya.
Ia menekankan pentingnya dukungan permodalan usaha bagi masyarakat, termasuk melalui program pembiayaan tanpa bunga untuk mendorong kemandirian dan kreativitas berwirausaha di Kota Bontang.
“Yang terpenting saat ini adalah memastikan masyarakat tetap punya aktivitas ekonomi dan tidak kehilangan harapan,” pungkasnya. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.









Discussion about this post