Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home WARTA

Bantah Isu Naikkan Tarif PBB, Pemkot Bontang Lebih Pilih Efisiensi Anggaran

Redaksi by Redaksi
August 24, 2026
Pro Kontra Tarif Fasilitas Pemerintah, AH: Perda Bukan Barang Suci, Tak Boleh Memberatkan

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris (Foto/dok.Dialektis)

Share on FacebookShare on Twitter

Dialektis co – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menegaskan pemerintah kota (Pemkot) tidak akan mengambil opsi menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebagai solusi peningkatan anggaran pendapatan daerah (PAD).

Sebelumnya, isu kenaikan PBB dan pajak daerah mencuat di tengah proyeksi penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) dari Pemerintah Pusat.

“Menaikkan tarif pajak itu tidak bisa asal. Nanti justru menyusahkan rakyat,” ucap Agus Haris kepada wartawan, Senin (24/8/2026).

Kata dia, Pemkot Bontang saat ini lebih memilih melakukan penghematan belanja. Efisiensi APBD dinilai lebih baik, ketimbang solusi instan naikkan pajak.

Selain itu, pemerintah kota juga terus mendorong kolaborasi pengelolaan sumber daya alam (SDA).

Agus Haris menegaskan tantangan pemangkasan dana transfer dari pusat, harus dihadapi bersama.

Untuk menjaga APBD tetap sehat, responsif, dan pro-rakyat, Pemkot dinilai tidak bisa hanya mengandalkan pungutan pajak.

Salah satu strategi yang disiapkan adalah transformasi dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Agar tidak lagi bersifat seremonial, melainkan menjadi instrumen pembiayaan kolaboratif pembangunan.

Kata dia, hal ini sudah mulai dijajaki melalui Rapat Koordinasi Forkopimda bersama stakeholder perusahaan.

Melalui Gebyar Pajak 2026 yang digelar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Pemkot berharap tingkat kepatuhan wajib pajak meningkat.

Pasalnya hingga Juli 2026, realisasi pajak daerah baru mencapai 60,63 persen atau Rp137,62 miliar dari target Rp226,97 miliar. (*).

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Berita Bontang
ShareTweet
Previous Post

Pacu PAD Kaltim Sinergi BUMD-BUMN, PT BKS Jajaki Kemitraan Bisnis Bersama PKT

Next Post

Insentif Guru Swasta di Bontang Tetap Naik, 2027 Capai Rp1,5 Juta

Related Posts

Pembobol Warung di Jalan Dewi Sartika Ternyata Gunakan Motor Curian
WARTA

Pembobol Warung di Jalan Dewi Sartika Ternyata Gunakan Motor Curian

Gubernur Rudy ke Singapura Tuai Sorotan, Kepala Dinas Sibuk Bersihkan
WARTA

Gubernur Rudy ke Singapura Tuai Sorotan, Kepala Dinas Sibuk Bersihkan

Dirawat di Yabis! Korban Urus 2 Anak Yatim, Harap Pelaku Tabrak Lari Tanggung Jawab
WARTA

Dirawat di Yabis! Korban Urus 2 Anak Yatim, Harap Pelaku Tabrak Lari Tanggung Jawab

PKT Cup 2026 Ditutup! Stadion Penuh, Teguh Ismartono Pastikan 2027 Kembali Digelar
OLAHRAGA

PKT Cup 2026 Ditutup! Stadion Penuh, Teguh Ismartono Pastikan 2027 Kembali Digelar

Kalahkan Boba 2-0, Tanjung Laut Pertahankan Juara PKT Cup
OLAHRAGA

Kalahkan Boba 2-0, Tanjung Laut Pertahankan Juara PKT Cup

Kasus Gunung Bugis, JMSI Balikpapan Pertanyakan Efektivitas Pemberantasan Narkoba
RAGAM

Kasus Gunung Bugis, JMSI Balikpapan Pertanyakan Efektivitas Pemberantasan Narkoba

Next Post
Insentif Guru Swasta di Bontang Tetap Naik, 2027 Capai Rp1,5 Juta

Insentif Guru Swasta di Bontang Tetap Naik, 2027 Capai Rp1,5 Juta

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.