Dialektis.co – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menegaskan betapa pentingnya untuk mensukseskan program Operasi Timbang Serentak yang akan digelar 9 hingga 13 Juni 2026.
Untuk itu, Agus Haris meminta dalam pelaksanaannya semua perangkat harus bersinergi. Tidak boleh hanya mengandalkan satu dinas saja atau ego sektoral dalam pelaksanaannya.
Terlebih, data terbaru mencatat masih ada 1.508 balita yang mengalami stunting. Kondisi ini harus menjadi tantangan bersama untuk segera dituntaskan.
“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara sektoral. Semua pihak harus bergerak bersama,” tegas Wawali Agus Haris, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya hanya dengan kolaborasi yang kuat, pendataan kondisi riil anak kurang gizi dan rentan dapat dilakukan secara menyeluruh.
Dengan begitu langkah penanganan intervensi gizi dapat dilakukan dengan lebih tepat sasaran.
Diungkapkannya, hasil rekonsiliasi data per Mei 2026. Potret kerentanan keluarga di Kota Bontang tercatat ada 939 ibu hamil, 487 ibu nifas, 3.493 anak bawah dua tahun (baduta), serta 6.357 balita.
Serta temuan 6.770 keluarga yang masuk dalam kategori berisiko stunting. Agus Harus menegaskan, data tersebut menjadi alarm, penanganan dilakukan lebih optimal.
“Dari operasi timbang serentak ini diharapkan, diperoleh peta penanganan yang jauh lebih tepat sasaran,” tegasnya. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post