Dialektis.co – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan berbasis kompetensi.
Salah satunya dengan menggelar pelatihan animasi yang resmi dibuka oleh Kepala Disnaker Bontang, Asdar Ibrahim, di Gedung Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Madinah Smart, Jalan KS Tubun, Senin (8/6/2026).
Pelatihan tersebut diikuti oleh 26 peserta yang sebelumnya telah melewati tahapan seleksi administrasi dan uji kemampuan. Mereka akan mendapatkan pembelajaran intensif selama 20 hari sebelum mengikuti uji kompetensi sebagai bagian dari proses sertifikasi keterampilan.
Dalam sambutannya, Asdar Ibrahim menekankan pentingnya kedisiplinan dan kesungguhan selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, dunia animasi merupakan salah satu sektor industri kreatif yang memiliki peluang besar di era digital saat ini.
Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan kemampuan teknis sekaligus memperluas wawasan kreatif. Dengan bekal yang diperoleh selama pelatihan, para peserta diharapkan mampu menghasilkan karya animasi yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomi.
“Manfaatkan waktu pelatihan ini sebaik mungkin. Ikuti seluruh materi dengan fokus dan disiplin agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan setelah pelatihan selesai,” ujar Asdar.
Lebih lanjut, ia berharap dari pelatihan ini akan lahir animator-animator muda yang tidak hanya mampu bekerja di industri kreatif, tetapi juga dapat menciptakan karya secara mandiri dan membuka peluang usaha baru.
“Animasi yang dihasilkan nantinya kami harapkan bisa menjadi sumber penghasilan bagi peserta. Bahkan, tidak menutup kemungkinan dapat berkembang menjadi usaha kreatif yang menjanjikan,” tambahnya.
Asdar menegaskan bahwa Disnaker Bontang akan terus menghadirkan berbagai program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan tenaga kerja yang produktif, profesional, dan mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi serta kebutuhan industri yang terus berubah.
Selain menguasai keterampilan teknis, peserta juga didorong untuk terus mengasah kreativitas dan imajinasi. Menurut Asdar, kedua aspek tersebut menjadi modal penting bagi seorang animator dalam menghasilkan karya yang menarik, inovatif, dan memiliki daya saing di pasar.
Melalui pelatihan ini, Disnaker Bontang berharap sektor ekonomi kreatif di daerah dapat semakin berkembang, sekaligus membuka peluang kerja baru bagi generasi muda yang memiliki minat di bidang animasi dan teknologi digital. (Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.







Discussion about this post