Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home RAGAM KOLOM

Korban Lubang Tambang Bertambah, JATAM Desak Investigasi Kematian Muhammad Aji

Redaksi by Redaksi
June 7, 2026
Korban Lubang Tambang Bertambah, JATAM Desak Investigasi Kematian Muhammad Aji

Proses Evakuasi Muhammad Aji, Korban Tenggelam di Lubang Tambang (Foto/Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

Dialektis.co – Kabar duka kembali datang dari sekitar bekas wilayah tambang batubara di Kalimantan Timur, Sabtu (6/6/2026).

Kali ini, lubang tambang batubara yang dibiarkan milik PT Energi Cahaya Industritama (ECI) menelan korban.

Muhammad Aji Wardana 29 Tahun, warga Jalan Al Hasani RT 5, Kelurahan Bantuas, Kota Samarinda, dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam.

Kematian Muhammad Aji Wardana menambah panjang daftar korban jiwa di lubang tambang menjadi 53 orang di Kalimantan Timur.

Tragisnya, ini merupakan korban keempat yang meninggal di area tambang milik PT ECI tersebut.

Sebelumnya, pada April 2014 lalu, di lokasi yang sama kisah serupa juga terjadi dengan korban atas nama Nadia Zaskia Putri berusia 10 tahun. Selanjutnya dua tahun setelahnya juga menelan korban berikutnya, Dias Mahendra 15 tahun dan Edi Kurniawan 15 tahun yang tewas tenggelam di lubang tambang pada Selasa 8 November 2016.

Bagi JATAM Kaltim, kematian ini bukan sekadar kecelakaan. Ini adalah bukti nyata kegagalan perusahaan menjalankan kewajiban perlindungan lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Lebih jauh, ini adalah potret telanjang dari pembiaran yang terus dilakukan oleh negara terhadap industri tambang yang telah berkali-kali merenggut nyawa warga.

Perusahaan yang dipimpin oleh Honardy Boentario tidak dapat berlindung di balik dalih musibah.

Empat korban jiwa di satu perusahaan menunjukkan adanya persoalan serius terkait pengelolaan lubang tambang, sistem pengamanan, dan pelaksanaan kewajiban reklamasi pasca tambang.

Sejak 2011 hingga saat ini, JATAM Kaltim terus mengingatkan bahwa lubang tambang bukan sekadar cekungan bekas galian. Lubang tambang adalah jebakan maut.

Ia menjadi simbol kegagalan negara menempatkan keselamatan rakyat di atas kepentingan industri ekstraktif.

Lima puluh tiga korban jiwa adalah angka yang terlalu besar untuk disebut kebetulan. Setiap korban memiliki nama, keluarga, mimpi, dan masa depan yang dirampas.

Muhammad Aji Wardana kini menjadi nama terbaru dalam daftar panjang korban yang seharusnya tidak pernah terjadi apabila perusahaan dan pemerintah menjalankan kewajibannya secara serius.

Yang lebih memprihatinkan, hingga hari ini tidak pernah terlihat langkah tegas yang mampu menghentikan berulangnya tragedi serupa. Lubang-lubang tambang tetap menganga.

Perusahaan tetap beroperasi. Sementara keluarga korban harus menanggung kehilangan yang tidak mungkin dipulihkan.

Dalam pernyataan resminya, JATAM Kaltim menilai, kematian ke 53 ini merupakan alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Namun sejarah menunjukkan bahwa setiap kematian sering kali hanya berakhir menjadi angka statistik tanpa perubahan berarti dalam tata kelola pertambangan di Kalimantan Timur,” ujar narhubung JATAM, Mustari Sihombing.

Kata dia, menyikapi kasus tersebut JATAM Kaltim mendesak lima hal.

Pertama, penghentian sementara seluruh aktivitas PT Energi Cahaya Industri utama sampai investigasi menyeluruh dilakukan.

Kedua, kepolisian segera melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap dugaan kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa Muhammad Aji Wardana.

Ketiga, pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan instansi pertambangan melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh lubang tambang milik PT Energi Cahaya Industri utama.

Keempat, Kementerian ESDM membuka secara transparan status reklamasi dan pascatambangseluruh Perusahaan yang ada di provinsi Kalimantan Timur, khususnya PerusahaanEnergi Cahaya Industriatama.

Kelima, penegakan hukum yang tidak berhenti pada pekerja lapangan, tetapi juga menyentuhpihak manajemen dan pengambil keputusan perusahaan.

Baginya, korban ke-53 ini bukan takdir. Ini adalah konsekuensi dari tata kelola pertambangan yang abai terhadap keselamatan manusia.

Ketika lubang tambang dibiarkan terbuka dan pengawasan negara melemah, maka setiap nyawa yang hilang adalah peringatan keras bahwa batubara terus dibayar dengan darah rakyat.

“Muhammad Aji Wardana telah menjadi korban ke-53. Pertanyaannya sekarang: berapa lagi nyawa yang harus hilang sebelum negara berhenti membiarkan lubang tambang menjadi kuburan bagi warga Kalimantan Timur?,” pungkasnya. (*).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Jatam
ShareTweet
Previous Post

Soal Balapan Liar, Winardi: Jangan Hanya Ditilang, Siapkan Arena Khusus

Next Post

Tak Kunjung Kembali, Motor Pelaku Curi Alpukat yang Ditinggal Ditahan Polisi

Related Posts

Karena Sabu, Nekat Curi Sepeda, Mangga Hingga Tabung Gas
WARTA

Karena Sabu, Nekat Curi Sepeda, Mangga Hingga Tabung Gas

Kodim 0908 Kembali Gelar Turnamen Domino, Meriahkan HUT TNI & Kota Bontang
OLAHRAGA

Kodim 0908 Kembali Gelar Turnamen Domino, Meriahkan HUT TNI & Kota Bontang

Bungkam Berbas Tengah, BK Kembali ke Jalur Juara Tantang Tj Laut di Semi Final
OLAHRAGA

Bungkam Berbas Tengah, BK Kembali ke Jalur Juara Tantang Tj Laut di Semi Final

Bicara di Komite 4 PBB, Teguh Santosa Beberkan Keberhasilan Pembangunan di Sahara
WARTA

Bicara di Komite 4 PBB, Teguh Santosa Beberkan Keberhasilan Pembangunan di Sahara

Kalahkan Lok Tuan, TLI Tantang Boba di Semi Final PKT Cup 2026
OLAHRAGA

Kalahkan Lok Tuan, TLI Tantang Boba di Semi Final PKT Cup 2026

Bagan Perempat Final PKT Cup 2026, Dua Match Penting Malam Ini, Siapa ke Final?
OLAHRAGA

Bagan Perempat Final PKT Cup 2026, Dua Match Penting Malam Ini, Siapa ke Final?

Next Post
Perkara Alpukat, Jam 3 Subuh Beraksi di BTN PKT, Kabur Motor Pelaku Ditinggal

Tak Kunjung Kembali, Motor Pelaku Curi Alpukat yang Ditinggal Ditahan Polisi

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.