Dialektis.co – Tingkat pendidikan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat masih menjadi kelompok terbesar dalam komposisi pencari kerja (pencaker) di Kota Bontang dibanding jenjang pendidikan lainnya.
Data Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang menunjukkan, mayoritas masyarakat yang mengajukan diri sebagai pencari kerja pada 2025 berasal dari jenjang pendidikan tersebut.
“Di antara faktornya, karena kebutuhan pasar kerja banyak yang mencari lulusan SMA/SMK. Selain itu juga pilihan untuk melanjutkan kuliah di Bontang juga terbatas.
Kalau harus keluar daerah kebanyakan terkendala biaya,” beber Pengantar Kerja Ahli Madya Disnaker Bontang, Siti Mutoharoh.
Besarnya jumlah lulusan SMA dalam daftar pencari kerja, dinilai mencerminkan tingginya jumlah lulusan sekolah menengah yang langsung memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
Di sisi lain, kondisi tersebut juga menggambarkan tingginya persaingan tenaga kerja di tingkat pendidikan menengah.
Menurut Siti, data tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam melihat kondisi dan kebutuhan pasar tenaga kerja di Bontang.
Informasi mengenai latar pendidikan pencari kerja juga dapat menjadi acuan dalam penyusunan program pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Dengan tingginya jumlah pencari kerja, terutama dari lulusan SMA, penguatan keterampilan tambahan serta sertifikasi kompetensi dinilai menjadi langkah penting agar para pencari kerja memiliki daya saing yang lebih tinggi saat memasuki dunia industri maupun sektor kerja lainnya. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post