Dialektis.co – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni kembali menegaskan komitmen jajarannya untuk bekerja sama mengatasi dan mencegah kasus stunting.
Untuk itu, Neni meminta operasi timbang serentak yang ditetapkan pada priode Juni ini dapat berjalan maksimal.
Program ini dinilai sangat penting. Pasalnya, keberhasilan mengatasai stunting sangat bergantung dengan pemetaan data bayi.
“Jika bicara target, kalau bisa kosong kasus stunting di Bontang,” sebutnya saat ditemui belum lama ini.
Selain timbang serentak. Kata Neni, pemberian makanan bergizi gratis bagi ibu hamil dan anak-anak melalui posyandu yang tersebar di 15 kelurahan juga sebagai langkah intervensi serius.
“Saya harap intervensi yang luar biasa selama ini dilakukan bisa menekan stunting tahun ini. Insya Allah posyandu berperan,” ujarnya.
Menurut Neni, selain kurangnya makanan bergizi yang dikonsumsi ibu hamil dan anak. Kondisi kebersihan lingkungan turut menjadi salah satu faktor yang harus diatasi.
Ditambah lagi, jika ibu hamil berada pada usia masih belia atau belum cukup umur.
Hal ini juga mempengaruhi kasus tengkes. Karena wanita hamil dengan usia dini dinilai belum siap secara fisik dan mental.
“Banyak hal penyebab stunting, salah satunya, kalau usia dini ketika dia hamil bisa jadi dia anemia dan anaknya pasti anemia juga,” tuturnya.
Sebagai informasi, kasus stunting di Bontang pada2024 silam berada di presentase 25 persen dan berhasil ditekan menjadi 17 pada 2025 lalu. Saat ini kasus stunting tercatat sebanya 1.489 anak. (*/aAdv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post