Dialektis.co – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris turut menyoroti ditutupnya oprasional sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurutnya, harusnya diperketat dari awal.
Kata Agus Haris, hasil inspeksi yang menyatakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) tidak sesuai standar cukup mengherankan. Harusnya hal itu sudah terpetakan sebelum program berjalan.
Baca juga: 9 Dapur Disanksi, 13 Ribu Pelajar di Bontang untuk Sementara Tak dapat MBG
“Kalau IPAL-nya tidak sesuai standar. Harusnya dari awal tidak diberi izin,” tegasnya, Rabu (8/4) kemarin.
Hal ini justru menjadi persoalan baru. Selain menghambat siswa menerima MBG.
Dapur mitra yang sudah terlanjur merekrut karyawan hingga menjalin kemitraan jadi turut dirugikan. Ia berharap, hal ini dapat segera diselesaikan.
Namun begitu, politisi Gerindra itu menegaskan dirinya tidak ingin menyalahkan pihak tertentu. Hal ini harus jadi pelajaran, jangan terburu-buru meresmikan dapur SSPG pastikan semjua kesiapan sudah sesuai standar terlebih dahulu.
Kepada para karyawan SPPG yang terdampak, Agus Haris mengimbau untuk tetap bersabar dan mengikuti arahan dari pengelola maupun pihak terkait, selama masa penghentian berlangsung.
Baca juga: Daftar 9 Dapur MBG di Bontang yang Disanksi Pemberhentian Sementara, Masalah IPAL
Di sisi lain, Agus Haris menekankan kesehatan dan gizi produk MBG harus dipastikan berkualitas. Agar yang dikonsumsi anak-anak sehat dan bermutu.
“Segera selesaikan semua dengan sesuai standar yang ditetapkan. Agar program ini kembali berjalan dengan kualitas yang lebih baik dari sebelumnya,” pungkasnya. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post