Dialektis.co – Sembilan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang, mendapat sanksi penghentian sementara. Dampaknya, sedikitnya 13 ribu pelajar untuk sementara tidak mendapat layanan MBG.
Kepala SPPG Regional Bontang, Surya Dwi Saputra, menyatakan langkah tegas ini terpaksa dilakukan lantaran dari hasil inspeksi oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Masalah instalasi pengolahan air limbah (IPAL) harus segera dibenahi. Dalam pelaksanaannya, ditemukan dapur-dapur tersebut belum memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.
“Semua penyedia layanan harus memenuhi standar teknis. Termasuk dalam pengelolaan limbah,” terang Surya kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).
Sanksi penutupan sementara ini berlaku salam 14 hari. Pengelola diminta segera melakukan pembenahan dengan menggunakan biofiller sesuai standar.
Penghentian sementara ini menjadi sinyal bahwa pengawasan program MBG semakin diperketat. Pelaksana harus benar-benar memperhatikan aspek kesehatan dan lingkungan.
“Dapur yang belum memenuhi standar tidak akan diizinkan beroprasi,” tegasnya.
Menurutnya menjaga kualitas MBG sangatlah penting. Untuk memastikan program prioritas Presiden Prabowo ini berjalan maksimal dan memberi manfaat maksimal bagi tumbuh kembang anak bangsa. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post