Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home RAGAM KOLOM

Ketum PRIMA: Kebangkitan Nasional 2026 Momentum Bangkitnya Indonesia Menuju Negara Kerakyatan

Redaksi by Redaksi
May 19, 2026
Ketum PRIMA: Kebangkitan Nasional 2026 Momentum Bangkitnya Indonesia Menuju Negara Kerakyatan

Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Agus Jabo Priyono (Foto/Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

Dialektis.co – Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Agus Jabo Priyono menegaskan momentum Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi penanda bangkitnya Indonesia baru di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.

Menurut dia, arah pembangunan nasional saat ini sedang berjalan meninggalkan model pembangunan liberalistik yang selama puluhan tahun menjauhkan negara dari amanat konstitusi UUD 1945, menuju jalan kerakyatan yang berpihak pada kepentingan rakyat banyak.

Kebangkitan ini juga menjadi momentum untuk mengembalikan negara kepada cita-cita pendiri bangsa, yaitu mewujudkan Indonesia yang berdikari secara ekonomi, berdaulat secara politik, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

“Kebangkitan nasional hari ini bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi momentum kebangkitan Indonesia yang berpihak kepada rakyat. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia bergerak dari liberalisme menuju kerakyatanisme,” kata Agus Jabo dalam keterangannya di Jakarta, Senin (19/5/2026).

Agus Jabo mengatakan, pemerintah saat ini sedang melakukan transformasi besar dari sistem ekonomi yang kapitalistik menuju sistem ekonomi kerakyatan sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945.

Kekayaan alam Indonesia tidak boleh hanya dinikmati segelintir elite dan kekuatan modal global, tetapi harus sebesar-besarnya dipergunakan untuk kemakmuran rakyat.

Karena itu, lanjut dia, berbagai program strategis nasional terus dijalankan sebagai fondasi kebangkitan Indonesia baru. Mulai dari penguatan investasi nasional melalui Danantara, pengelolaan Devisa Hasil Ekspor (DHE) untuk kepentingan nasional, percepatan hilirisasi industri, hingga pembangunan kemandirian pangan dan energi nasional.

Negara juga hadir melalui program-program kerakyatan yang langsung menyentuh kehidupan rakyat.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk generasi masa depan Indonesia, penguatan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), pembangunan Kampung Nelayan, Sekolah Rakyat (SR), industrialisasi desa, hingga penguatan perlindungan sosial menjadi bagian dari agenda besar membangun kesejahteraan yang nyata dan merata.

“Seluruh kebijakan ini bertujuan membangun Indonesia yang tidak lagi bergantung pada kekuatan asing, tetapi mampu berdiri di atas kaki sendiri. Indonesia yang kuat ekonominya, maju industrinya, sejahtera petaninya, berdaulat pangannya, dan bermartabat rakyatnya,” ujar Agus Jabo.

Agus Jabo mengatakan agenda kebangkitan nasional tersebut tidak akan berjalan mudah karena akan menghadapi perlawanan dari kelompok-kelompok yang selama ini diuntungkan oleh sistem ekonomi lama.

Menurut dia, kaum liberal dan kelompok yang disebutnya sebagai “serakahnomic” akan terus berupaya mengganggu program-program kerakyatan pemerintah.

“Karena itu seluruh elemen bangsa harus bersatu. Kita harus bersama-sama melawan kaum liberal dan kaum serakahnomic yang ingin menggagalkan agenda kebangkitan nasional dan program-program kerakyatan Presiden Prabowo,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum memperkuat persatuan nasional dan optimisme menuju Indonesia yang bahagia, adil, makmur, dan berdikari.

“Kita ingin Indonesia maju tanpa meninggalkan rakyat kecil. Indonesia yang kuat, berdaulat, dan sejahtera untuk semua,” pungkas Agus Jabo. (Rls).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: PRIMA
ShareTweet
Previous Post

Bontang Susun Raperda Lalu Lintas, Fraksi Gerindra Dorong Sistem Transportasi yang Lebih Tertib

Next Post

Berdiri Sejak 1923, Bekas Kantor Camat Pertama di Bontang Kuala Resmi Jadi Cagar Budaya

Related Posts

Seorang Pria Ditemukan Tewas di Jalan KS Tubun, Diduga Bunuh Diri
WARTA

Seorang Pria Ditemukan Tewas di Jalan KS Tubun, Diduga Bunuh Diri

Kabut Asap Memburuk, Pelajar di Bontang Dipulangkan
WARTA

Kabut Asap Memburuk, Pelajar di Bontang Dipulangkan

Lihat Langsung IKN, ISKA Papua Selatan Tegaskan Dukungan Pembangunan
KOLOM

Lihat Langsung IKN, ISKA Papua Selatan Tegaskan Dukungan Pembangunan

Jurnalis Dilarang Ikut Mediasi Demo PLN, Hasil Pertemuan Dipertanyakan
WARTA

Jurnalis Dilarang Ikut Mediasi Demo PLN, Hasil Pertemuan Dipertanyakan

Disdikbud Soroti Lonjakan Kasus Narkoba pada Pelajar, Lima Bulan 6 Pelajar Direhab
WARTA

Waspada Dampak Kabut Asap, Disdikbud Bontang Imbau Siswa Gunakan Masker

Manager UP3 PLN Bontang Sebut Akhir Bulan Ini Daya Listrik Normal, 4 Pembangkit Bermasalah
WARTA

Manager UP3 PLN Bontang Sebut Akhir Bulan Ini Daya Listrik Normal, 4 Pembangkit Bermasalah

Next Post
Berdiri Sejak 1923, Bekas Kantor Camat Pertama di Bontang Kuala Resmi Jadi Cagar Budaya

Berdiri Sejak 1923, Bekas Kantor Camat Pertama di Bontang Kuala Resmi Jadi Cagar Budaya

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.