Dialektis.co – Tindakan kurang menyenangkan dialami sejumlah jurnalis di Kota Bontang saat meliput aksi demonstrasi sekelompok masyarakat di Kantor UP3 PLN Bontang.
Mereka dilarang masuk mengikuti proses mediasi. Padahal, kehadiran jurnalis dan media di lokasi guna menjaga hak publik untuk mengetahui dinamika dalam pertemuan tersebut.
Saat itu, jurnalis yang hendak mengikuti proses mediasi diminta menunggu di luar oleh petugas kepolisian yang berjaga.
“Nanti dulu, Mbak. Mereka dulu masuk,” ujar salah seorang petugas kepolisian.
Larangan tersebut membuat awak media tidak dapat mengikuti secara langsung jalannya mediasi antara perwakilan massa dengan pihak PLN.
Diwartakan sebelumnya, pemadaman listrik bergilir di Kota Bontang memicu reaksi protes dari sejumlah warga.
Pantauan, hingga informasi dipublis, Kamis (19/9) pukul 10.30 Wita aksi demonstrasi masih berlangsung di depan BB kantor UP3 PLN Bontang.
Meski sempat diwarnai aksi pelemparan telur busuk, terpantau aksi berjalan damai dan kondusif.
Saat ini sejumlah perwakilan masa aksi tengah masuk berunding menyampaikan aspirasi.
Namun, sayangnya terjadi insiden pelarang wartawan untuk mengikuti pertemuan mediasi tersebut. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.









Discussion about this post