Dialektis.co – Kondisi udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kiriman di Kota Bontang, kini turut menjadi perhatian dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah.
Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Saparudin menyampaikan dari hasil koordinasi bersama Dinkes, dan DLH pihaknya menganjurkan mulai besok siswa menggunakan masker.
“Belum perlu panik, tetapi sudah harus waspada dan melakukan perlindungan (masker),” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (16/9) malam.
Terangnya dari hasil koordinasi pemerintah, diketahui hingga 16 September pukul 16.00 WITA, indeks standar pencemaran udara (ISPU) Kota Bontang berada pada angka 75 atau kategori sedang.
Artinya, kondisi ini belum masuk kategori darurat. Sehingga kegiatan sekolah tetap berjalan biasa dan belum ada rekomendasi meliburkan siswa.
Meski demikian, kewaspadaan dan perlindungan kesehatan perlu ditingkatkan, terutama bagi kelompok rentan.
Saparudin menjelaskan setidaknya ada delapan langkah protokol kesehatan yang harus dilakukan, termasuk di sekolah.
Diantaranya, batasi aktivitas luar ruangan, gunakan masker yang menutup hidung dan mulut dengan rapat saat di luar ruangan, tutup jendela dan pintu untuk mengurangi debu dan asap.
Hindari olahraga berat, serta jaga daya tahan tubuh dengan cukupi istirahat, minum air putih, dan konsumsi makanan bergizi.
Lebih lanjut, Saparudin menegaskan penyesuaian kegiatan sekolah dan kegiatan belajar mengajar dapat disesuaikan jika kondisi udara memburuk.
Selanjutnya, pantau informasi resmi dengan tetap ikuti pembaruan kualitas udara dari sumber terpercaya.
“Segera ke fasilitas kesehatan jika mengalami sesak napas, nyeri dada, atau penurunan kesadaran,” tegasnya. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.









Discussion about this post