Dialektis.co – Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Kota Bontang, Luddie Wied Hardono menyebut pasokan daya listrik akan berangsur normal pada hingga pekan keempat September 2026.
Kata dia, hal itu menyusul perbaikan empat pembangkit yang saat ini bermasalah. Yakni, PLTU Cahaya Fajar Kaltim, PLTU Kaltim Prima Coal (KPC), PLTU Balikpapan, dan PLTMG Bangkanai, akan segera rampung.
“Pemadaman bergilir terpaksa dijalankan supaya sistem interkoneksi ini tidak blackout (padam total),” ujarnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi B DPRD Bontang, Selasa (15/9/2026).
Luddie menuturkan saat ini terjadi kekurangan pasokan daya dalam sistem interkoneksi Mahakam yang menghubungkan sejumlah pembangkit di Kalimantan Timur.
Baca juga: Pemadaman Listrik Tuai Keluhan, Besok DPRD Bontang Panggil PLN
Di sisi lain, masih kata Luddie. Terjadi kenaikan konsumsi listrik. Terlebih saat beban puncak pada pukul 18.00 hingga 22.00 Wita.
Sehingga langkah pengaturan beban, mengurangi pasokan listrik dengan memberlakukan pemadaman bergilir menjadi langkah yang dipilih.
“Ini terpaksa. Mohon maaf hal ini kami lakukan,” ujarnya.
Lebih jauh, Luddie menyatakan pengurangan beban tidak hanya dilakukan pada pelanggan rumah tangga. Sektor industri juga turut merasakan, dengan pengurangan mencapai 30 persen dari kapasitas.
Lebih lanjut Luddie mengungkap, saat ini PLN menyiapkan tambahan pembangkit sewa dengan kapasitas sekitar 158 megawatt pada tahap pertama dan 120 megawatt pada tahap kedua.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap sistem kelistrikan sembari menunggu seluruh pembangkit kembali beroperasi. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post