Dialektis.co – meningkatnya keterlibatan pelajar dalam kasus penyalahgunaan narkoba sepanjang lima bulan awal 2026 ini turut menjadi sorotan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang.
Betapa tidak, tercatat sudah enam anak berusia 13 hingga 17 tahun terdeteksi terlibat penyalahgunaan narkotika.
Jumlah itu meningkat dua kali lipat dibandingkan 2025 yang hanya mencatat tiga pelajar terdeteksi positif melalui tes urine.
Kenaikan ini memunculkan kekhawatiran serius terhadap ancaman narkoba yang mulai menyasar usia sekolah.
Fenomena tersebut dinilai bukan sekadar persoalan individu, melainkan cerminan tantangan sosial yang perlu dihadapi bersama oleh seluruh elemen masyarakat.
Baca juga: Peduli Generasi Muda, Satgas TMMD Edukasi Pelajar Bontang Bahaya Judol & Narkoba
Sekretaris Disdikbud Kota Bontang, Saparuddin, menegaskan persoalan ini tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada sekolah maupun pemerintah daerah.
Menurutnya, lingkungan keluarga dan masyarakat memiliki peran besar dalam membentuk pengawasan terhadap anak-anak di luar jam belajar.
“Persoalan ini tidak bisa dianggap hanya urusan dunia pendidikan. Anak-anak lebih banyak berada di lingkungan keluarga dan pergaulannya. Karena itu, penanganannya harus melibatkan semua pihak, mulai dari sekolah, pemerintah, masyarakat, sampai orang tua,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyebab anak terjerumus narkoba sangat kompleks. Selain pengaruh lingkungan pergaulan, perkembangan teknologi juga turut membuka akses terhadap berbagai hal yang sulit diawasi.
“Kalau dulu faktor kenakalan remaja mungkin lebih sederhana, seperti lingkungan dan pergaulan. Sekarang tantangannya jauh lebih luas. Teknologi berkembang pesat, informasi masuk tanpa batas, sehingga pengawasan juga harus lebih ketat,” katanya, Senin (25/5/2026).
Baca juga: Positif Sabu, 3 Pelajar Ditangani BNNK Bontang
Saparuddin mengingatkan agar masyarakat tidak serta-merta menyalahkan anak yang terlibat. Menurutnya, perlu dicari akar persoalan agar upaya pencegahan bisa dilakukan secara tepat.
“Kalau seorang anak sampai terpapar, pasti ada sebab yang melatarbelakangi. Itu yang harus kita gali bersama agar pencegahan bisa dilakukan dari hulunya,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh orang tua untuk meningkatkan perhatian terhadap aktivitas dan pergaulan anak agar ancaman narkoba tidak semakin meluas di kalangan pelajar Bontang. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.









Discussion about this post