Dialektis.co – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bontang, Deddy Haryanto menyatakan pihaknya akan kembali mengaktifkan pos keamanan lingkungan (poskamling).
Menurutnya ini penting dilakukan guna memperkuat keamanan, ketertiban, serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Hal itu ia tegaskan saat menghadiri konferensi pers akhir tahun 2025 yang digelar Badan Narkotika Nasional Kota Bontang pada Selasa (23/12) di Kantor BNNK, Jalan Awang Long.
“Saya kira ini (poskamling) harus kita aktifkan kembali. Fungsi siskamling, tidak sekedar pos ronda saja, tapi berbagai situasi dapat diketahui dengan cepat,” ujarnya.
Poskamling dinilai dapat menjadi sarana diskusi dan berinteraksi satu sama lain, selain untuk menjaga keamanan warga.
Baca juga: BNNK Bontang Rehabilitasi 29 Pengguna Narkoba pada 2025, Dilengkapi Klinik Pratama
Juga sebagai bentuk, mewaspadai potensi ancaman, seperti kejahatan jalanan, narkoba, maupun bahaya keamanan lainnya.
Kata dia, dalam pelaksanaannya poskamling dapat langsung dikordinasikan dengan kepolisian dan BNNK. Sehingga saat ada tindakan yang meresahkan masyarakat dapat langsung terpantau.
Sebelumnya, Kepala BNNK Bontang, Lulyana Ramdhani mengungkap salah satu inovasi yang menonjol dari jajarnnya di 2025 ialah optimalisasi Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM).
Baginya sebagai langkah humanis, efektivitas melawan bahaya narkoba sangat dibutuhkan peran serta masyarakat.
BNNK Bontang yang kini telah dilengkapi klinik pratama juga telah siap memberi pelayanana rehabilitasi bagi mantan pengguna untuk sembuh dan kembali hidup normal.
“Kita bersinergi dengan agen pemulihan di tingkat akar rumput. Salah satunya melalui program ‘Tengok Tetangga’ di Kelurahan Loktuan. Sejauh ini sudah 5 klien yang dengan kesadaran sendiri atau keluarga datang mau berobat,” tuturnya.
Langkah jemput bola ini diklaim efektif merangkul para penyalahguna yang masih takut menjalani rehabilitasi. Terbukti, kesadaran untuk memeriksakan diri secara mandiri juga meningkat.
Dalam penegakan hukum. Lulyana menyatakan, BNNK Bontang tetap menjalin koordinasi erat dengan aparat penegak hukum lainnya melalui Tim Asesmen Terpadu (TAT).
Dengan perpaduan strategi pemberantasan dan pemulihan ini, BNNK Bontang berharap mata rantai peredaran narkoba di Kota Taman dapat diputus secara permanen melalui pengurangan permintaan (demand reduction) dari sisi pengguna. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.









Discussion about this post