Dialektis.co – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyatakan pihaknya tengah mengajukan permohonan bantuan bus sekolah ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Dalam pengajuan itu, Pemkot Bontang mengusulkan sebanyak 16 unit kendaraan. Bus yang diharapkan nantinya berukuran mini dengan kapasitas sekitar 13 hingga 16 penumpang.
“Semoga usulan kita disetujui, sedang proses. Ini demi anak-anak kita,” ujarnya kepada wartawan, Senin (21/9).
Kata Neni, bus sekolah itu diharapkan dapat menjadi akses transportasi yang memadai bagi pelajar. Terlebih yang berada jauh dari sekolah.
Dicontohkan Neni, wilayah Bontang Lestari akan menjadi prioritas. Pasalnya, sangat minim akses transportasi yang memadai.
Terangnya, bahkan khusus untuk wilayah ini. Untuk percepatan, pihaknya berencana akan membeli satu unit bus dengan APBD Bontang.
“Memang minim akses transportasi. Sekarang kan anak sekolah, malah ada yang bawa motor, atau diantarkan orang tuanya, ada yang jalan kaki dan sebagainya,” sebutnya.
Menurutnya problem transportasi ini mesti dicarikan solusinya.
Pemkot Bontang juga tengah menjajaki kemungkinan mendapat dukungan dari pihak perusahaan setempat. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari Bontang Transport.
Skema TJSL dinilai lebih memungkinkan. Terlebih secara regulasi Perusda tidak dapat memberi deviden ke Pemerintah Kota.
“Secara aturan, seperti Bontang Transport (Perusda) tidak bisa memberikan dividen. Jadi dia TJSL. TJSL-nya itu berupa bus sekolah yang mini,” ucapnya.
Lebih jauh, Neni menyatakan setidaknya dalam waktu dekat terdapat dua Bus Sekolah yang dapat beroperasi, guna memastikan tersedianya akses transportasi yang memadai bagi pelajar. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.









Discussion about this post