Dialektis.co – Kondisi keuangan daerah Kota Bontang yang diproyeksi terbatas, menjadi sorotan sejumlah fraksi DPRD dalam pandangan umum terhadap Rancangan APBD (RAPBD) 2027.
Salah satu sorotan tajam datang dari Fraksi PDI Perjuangan yang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) setempat untuk menjelaskan secara rinci sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang akan dioptimalkan.
Serta basis dan potensi masing-masing jenis pendapatan, serta indikator untuk mengukur keberhasilannya.
“Peningkatan PAD berasal dari perbaikan administrasi dan kepatuhan. Buka semata-mata dari peningkatan beban kepada masyarakat,” tegas Winardi saat membacakan pandangan fraksi.
Lebih lanjut, Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti kepastian transfer dana daerah. Pasalnya, nota keuangan menyatakan bahwa pemkot masih menunggu kepastian penetapan alokasi anggaran.
Pada saat yang sama, masih kata Winardi dana transfer pusat masih menjadi sumber utama pendapatan daerah.
“Fraksi meminta pemerintah menjelaskan skenario penyelesaian RAPBD. Apabila, berbeda dengan angka yang saat ini digunakan,” tuturnya.
Kata Winardi, penjelasan yang diminta termasuk urutan belanja yang akan dipertahankan, disesuaikan atau ditunda agar pelayanan dasar dan kewajiban daerah dapat tetap berjalan.
Sebagai informasi, sebelumnya dalam nota keuangan yang disampaikan Pemerintah Kota Bontang, pendapatan daerah 2027 direncanakan mencapai Rp1,953 triliun.
Dari jumlah tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) diproyeksikan sebesar Rp390,13 miliar atau 19,97 persen.
Sementara pendapatan transfer masih menjadi sumber terbesar dengan nilai sekitar Rp1,534 triliun atau 78,55 persen dari total pendapatan daerah. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.









Discussion about this post