Dialektis.co – Upaya digitalisasi yang dilakukan pemerintah kota (Pemkot) Bontang, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), telah diwujudkan dengan penyaluran ribuan tablet pintar ke sejumlah sekolah.
Dengan dibagikannya 1.651 tablet pintar bagi siswa jenjang SMP, khususnya kelas VIII dan IX itu. Diharap mampu mempercepat penerapan program pembelajaran berbasis teknologi di dalam kelas.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha memastikan pemanfaatan tablet dilakukan secara terbatas. Yakni, hanya di lingkungan sekolah dan dalam pengawasan guru.
Kata dia, hal itu diterapkan untuk memastikan penggunaan tetap terarah. Serta selaras, dengan kebijakan nasional. Terkait perlindungan anak dalam penggunaan sistem elektronik.
“Tablet ini cukup membantu. Jadi banyak materi disiapkan untuk menguasai teknologi terkini,” ujar Abdu Safa, belum lama ini.
Baca juga: Dukung Digitalisasi Sekolah, Legislator Ingatkan Pengawasan Ketat Penggunaan Tablet
Selain tablet. Sekolah juga didukung dengan fasilitas lain, seperti layar interaktif berbasis internet yang menggantikan papan tulis konvensional.
Pemanfaatan teknologi ini tidak serta-merta menggantikan peran guru. Melainkan sebagai alat bantu dalam menyampaikan materi.
Disdikbud menegaskan bahwa kontrol tetap menjadi prioritas utama agar penggunaan teknologi tidak berdampak negatif bagi siswa.
Dengan langkah ini, digitalisasi pendidikan di Bontang diharapkan berjalan seimbang antara inovasi dan pengawasan.
“Tetap ada pembatasan, tapi kami beri ruang jika dibutuhkan untuk pembelajaran,” tutupnya. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post