Dialektis.co – Wakil Ketua DPRD Bontang, Siti Yara, menyambut positif program digitalisasi pendidikan yang dijalankan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat.
Penyaluran 1.651 tablet ke sejumlah sekolah. Dinilai sebagai langkah maju dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi di tingkat SMP.
Politisi PKB itu menilai, kehadiran perangkat tablet dapat membantu meringankan beban orang tua. Sekaligus membuka akses belajar yang lebih luas bagi siswa.
“Program ini tentu membantu. Karena bisa mengurangi beban keluarga dalam menunjang kebutuhan belajar anak,” ujarnya kepada media ini.
Meski demikian, Siti Yara mengingatkan bahwa penggunaan teknologi di kalangan pelajar tidak lepas dari risiko penyalahgunaan.
Ia menyoroti potensi distraksi dari media sosial yang justru bisa mengganggu fokus belajar siswa. jJika tidak diawasi dengan baik.
Menurutnya, kini tantangan terbesar bukan pada penyediaan perangkat. Melainkan bagaimana memastikan penggunaannya tetap sesuai tujuan pendidikan.
“Jangan sampai fasilitas yang sudah baik ini tidak dimaksimalkan untuk belajar. Kita tahu sekarang banyak anak lebih tertarik pada hal-hal di luar pembelajaran,” katanya.
Ia juga menyinggung fenomena konten digital yang tidak sesuai usia, yang berpotensi memengaruhi perilaku dan konsentrasi siswa.
Baca juga: Total Sudah 1.651 Unit Tablet Pintar Dibagikan Disdikbud, Bontang Genjot Digitalisasi
Kondisi ini, lanjutnya, menjadi perhatian serius karena bisa berdampak pada kualitas pendidikan secara keseluruhan.
Dirinya menilai, pengawasan dari guru di sekolah saja tidak cukup. Peran orang tua di rumah juga sangat penting dalam mengontrol penggunaan perangkat digital oleh anak-anak.
“Kadang kalau tidak diawasi, justru penyalahgunaannya lebih besar dari manfaatnya. Anak-anak bisa kehilangan fokus belajar karena lebih tertarik ke hal lain,” jelasnya.
Ia mengakui, perkembangan teknologi tidak bisa dihindari. Namun, keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan kontrol tetap harus dijaga.
“Zaman sekarang memang serba digital, tidak bisa mundur lagi. Tapi fungsi utamanya harus tetap untuk pendidikan,” tegasnya.
Karena itu, Sitti Yara mendorong adanya penguatan sistem pengawasan. Baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Baginya sinergi antara guru dan orang tua, kini menjadi kunci. Agar program digitalisasi ini benar-benar memberikan dampak positif bagi siswa.
“Intinya kembali ke kita semua, terutama orang tua. Apakah perangkat ini digunakan maksimal untuk belajar atau justru sebaliknya,” tutupnya. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post