Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KABAR PARLEMEN

Sutomo Jabir Pertanyakan Skema Pengelolaan Ketahanan Pangan Kaltim

Redaksi by Redaksi
August 3, 2021
Soal PPN Sembako, Sutomo Jabir: Ini Sangat Memberatkan Masyarakat

Anggota DPRD Kaltim, Sutomo Jabir (Foto/Mfa)

Share on FacebookShare on Twitter

DIALEKTIS.CO, Samarinda – Masa pandemi Covid-19 diharapkan tidak menyurutkan langkah pemerintah untuk terus memantau kebutuhan masyarakat terutama pangan.

Namun yang terjadi di Kaltim, pengelolaan ketahanan pangan dinilai masih tidak maksimal. Hal itu pun dipertanyakan oleh anggota Komisi II DPRD Kaltim Sutomo Jabir.

Menurut legislator dari Fraksi PKB tersebut, sebenarnya Kaltim memiliki potensi pangan yang luar biasa.

Kendati demikian, dirinya tidak tahu bagaimana model pengelolaan ketahanan pangan yang dilakukan oleh Pemprov Kaltim. Sehingga, permasalahan pangan masih terus terjadi sampai sekarang.

Dicontohkannya, di Desa Biantan Ilir, Kabupaten Berau. Sutomo menyebut di sana ada 1.800 hektar lahan persawaan yang tidak teraliri air. Padahal, Pemprov sudah menghabiskan anggaran milyaran untuk membangun bendungan.

“Bahkan tidak sedikit duit yang sudah habis di sana. Hampir semua daerah punya potensi. Ada bendungan dan saluran irigasi tapi sawah tetap kekeringan karena yang dibangun itu tidak bemanfaat,” ucap Sutomo saat ditemui belum lama ini.

Dari permasalahan itu, Sutomo menganggap Pemprov Kaltim tidak bisa mengatur potensi yang dimiliki. Terlebih, Pemprov juga tidak bisa memaksimalkan anggaran yang didapatkan.

Sehingga, ia mendorong agar Pemprov harus sungguh-sungguh membenahi apa yang telah dilakukan.

Dengan kata lain, dirinya menyarankan agar Pemprov Kaltim melalui Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan dan Dinas PUPR untuk duduk satu meja, guna membahas seperti apa target-target ketahanan pangan ke depan.

“Makanya kita minta Biro Ekonomi mengambil peran sebagai leading sector untuk membentuk suatu ekonomi dibidang ketahanan pangan. Mestinya ini terintegrasi semuanya supaya bisa dipetakan,” pungkasnya. (Mfa/Yud)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: DPRD KaltimSutomo Jabir
ShareTweet
Previous Post

Rp 250 Ribu untuk Warga Terdampak PPKM di Bontang, 13 Ribu Lebih Penerima

Next Post

AJI Jakarta Desak Media Massa Hentikan Praktik Seksisme dan Subordinasi

Related Posts

Dewan Tinjau Proyek Polder Tanjung Laut, Kualitas Pengerjaan jadi Perhatian
VIDEO

Dewan Tinjau Proyek Polder Tanjung Laut, Kualitas Pengerjaan jadi Perhatian

Warga Keluhkan Lumpur Kotori Jalan Karimata Akibat Proyek Polder Tanjung Laut
WARTA

Warga Keluhkan Lumpur Kotori Jalan Karimata Akibat Proyek Polder Tanjung Laut

Pagi Ini Hadapi Samarinda di Laga DPRD Cup 2025, Bontang Incar Juara
WARTA

Sekwan Bontang Bantah Hambur Uang Rp3 Miliar Hanya untuk Beli 27 Unit Mikrofon

Legislator Ikut Plototin Target PAD Bontang 2026, Winardi Nilai Terlalu Konservatif
EKBIS

Legislator Ikut Plototin Target PAD Bontang 2026, Winardi Nilai Terlalu Konservatif

Fraksi Amanat Demokrat Bergelora Soroti Realisasi Pajak Daerah, Ingatkan WTP Harus Berdampak 
DPRD Bontang

Fraksi Amanat Demokrat Bergelora Soroti Realisasi Pajak Daerah, Ingatkan WTP Harus Berdampak 

Raih WTP ke 12 Kali Beruntun, PKB Minta Pelayanan Publik Terus Ditingkatkan
DPRD Bontang

Raih penghargaan WTP 12 Kali Berturut-turut, Pemkot Bontang Dapat Apresiasi Partai Golkar

Next Post
suporter sepak bola

AJI Jakarta Desak Media Massa Hentikan Praktik Seksisme dan Subordinasi

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.