Dialektis.co – Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, bersama Ketua Komisi A Heri Keswanto, serta anggota dewan lainya Muhammad Irfan, Saeful Rizal, dan Ubayya Bengawa turun langsung ke lapangan untuk memastikan data penerima bantuan, Rabu (1/4/2026).
Sebagai sempel, peninjauan dilakukan di RT 24, Kelurahan Loktuan. Satu per satu dari 11 penerima warga wilayah pesisir yang tercatat sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) daerah itu mereka datangi sembari berinteraksi dengan warga.
Didampingi Ketua Dinsos-PM, Toetoek Pribadi Ekowati, Lurah Loktuan Deden Supriadi, serta Ketua RT setempat. Rombongan dewan menyusuri Lorong-lorong sempit guna mencocokkan langsung kondisi riil penerima bantuan.
Mulai dari kategori masyarakat miskin, lanjut usia (lansia), yatim piatu, hingga penyandang disabilitas. Ketua DPRD Bontang, Andi Faiz menyatakan hasil penijauan data yang ada dinilai cukup sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Bukan sidak ya. Ini hanya meninjau saja. Alhamdulillah, semua data yang ada kita anggap sesuai, berhak meneriama bantuan,” ujarnya di lokasi kunjungan.
Meski begitu, Andi Faiz menegaskan tetap diperlukan pengawasan dan pembaruan secara berkala. Hal itu dinilai penting, guna memastikan setiap bantuan benar-benar sampai ketangan yang berhak.
Baca juga: DPRD Gelar Paripurna LKPJ Wali Kota Bontang Anggaran 2025, Ekonomi Tumbuh 3,21 persen
Diakui Andi Faiz, saat di lapangan sempat terjadi diskusi terkait temuan adanya warga yang rumahnya dinilai sangat memperihatinkan namun belum masuk dalam daftar penerima bantuan.
“Tadi ada yang rumahnya tidak layak. Tapi, baru mau dicek apakah dia menerima PKH karena bantuan ini tidak boleh dobel,” tuturnya.
Lebih jauh, Andi Faiz menegaskan pentingnya peran aktif Ketua RT dalam membantu warga, khususnya dalam proses administrasi hingga pencairan bantuan.
Terpisah sebelumnya diwartakan, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni sempat menegur Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) yang belum mencairkan 100 persen Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada 2026 ini.
Kata dia berdasarkan laporan masih ada warga miskin yang belum menerima manfaat. Padahal program ini sudah dijalankan sejak Januari 2026.
“Tolong Dinsos-PM segera di cairkan. Sudah 3 bulan masa administrasi belum kelar,” ucap Neni saat menyampaikan LKPJ di DPRD Bontang pada Senin (30/3) kemarin.
Neni berkeinginan BLT ini bisa berdampak baik bagi masyarakat miskin, lansia terlantar, penyandang disabilitas, dan yatim piatu. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post