Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Bontang
    • DPRD Kukar
    • DPRD Kutim
  • EKBIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • PARIWARA
  • KOLOM
  • VIDEO
  • INFOGRAFIS
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Bontang
    • DPRD Kukar
    • DPRD Kutim
  • EKBIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • PARIWARA
  • KOLOM
  • VIDEO
  • INFOGRAFIS
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KOLOM

Opini: Defisit Bukan Masalah, Ketakutan pada Defisitlah yang Bermasalah

Redaksi by Redaksi
January 14, 2026
Purbaya Minta DPR Ingatkan Pertamina Soal Janji Bangun Kilang Baru, Peluang Bontang?

Ilustrasi Purbaya Dorong Pertamina Bangun Kilang Baru

Share on FacebookShare on Twitter

Indonesia tidak kekurangan teknokrat yang pandai menekan defisit. Yang lama kita kekurangan adalah keberanian politik untuk menggunakan fiskal demi kepentingan nasional. Dalam konteks itu, sikap Purbaya patut dibaca sebagai langkah keluar dari jebakan fiskalisme pasif yang terlalu lama kita pelihara..

Oleh: Bin Bin Firman Tresnadi *

Dialektis.co – PERNYATAAN Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal defisit APBN 2025 yang mencapai 2,92% dari PDB sesungguhnya sedang membuka tabir persoalan lama kebijakan fiskal Indonesia: selama ini negara terlalu takut pada defisit, sampai lupa pada ekonomi riil dan rakyatnya sendiri.

Ketika Purbaya menyatakan bahwa defisit nol bisa saja dibuat, tetapi akan membuat ekonomi “morat-marit”, ia sedang mengatakan sesuatu yang selama ini tabu diucapkan secara jujur: keseimbangan anggaran bukan tujuan negara, melainkan alat. Dan alat itu harus tunduk pada kepentingan ekonomi nasional, bukan sebaliknya.

Warisan Era Lama: APBN yang Takut Bertindak

Selama puluhan tahun pasca-Reformasi, kebijakan fiskal Indonesia hidup di bawah bayang-bayang satu doktrin sempit: defisit harus ditekan serendah mungkin, apa pun risikonya. Logika ini bukan lahir dari konstitusi, bukan pula dari kebutuhan rakyat, melainkan dari trauma krisis dan kepatuhan buta pada resep fiskalis global. Akibatnya jelas:

  1. Negara cepat mengerem saat ekonomi melemah
  2. APBN kehilangan fungsi intervensinya
  3. Stabilitas makro dipuja, sementara struktur ekonomi dibiarkan rapuh

Dalam paradigma lama itu, APBN lebih sibuk menenangkan pasar daripada menggerakkan produksi. Defisit dianggap kesalahan, belanja dianggap beban, dan negara dipaksa berperan seperti perusahaan yang takut rugi.

Purbaya Mematahkan Dogma

Apa yang disampaikan Purbaya adalah koreksi terbuka terhadap warisan tersebut. Ia menegaskan bahwa defisit 2,92% bukan kegagalan, melainkan pilihan sadar untuk menjaga ekonomi tetap ekspansif di tengah tekanan global.

Ini bukan kebijakan sembrono. Justru di sinilah letak kecerdasannya:

  1. Defisit tetap dijaga di bawah 3%
  2. Disiplin fiskal tetap ada

Tetapi negara tidak melumpuhkan dirinya sendiri demi angka statistik. Dengan kata lain, negara kembali menggunakan APBN sebagai senjata, bukan sebagai borgol.

Countercyclical: Negara Melawan Siklus, Bukan Tunduk Padanya

Kebijakan countercyclical yang dijalankan ini menegaskan satu prinsip dasar ekonomi politik: pasar tidak pernah netral. Ketika siklus ekonomi melemah, pasar akan menarik diri. Jika negara ikut mundur, yang tersisa hanyalah stagnasi dan pengangguran.

Di sinilah peran negara menjadi menentukan. Negara harus melawan siklus, bukan mengikuti kepanikan. Pernyataan Purbaya menunjukkan pemahaman ini: lebih baik defisit naik sedikit daripada ekonomi mati pelan-pelan.

Pendekatan ini bertolak belakang dengan era sebelumnya yang memilih aman di atas kertas, tetapi lemah di lapangan.

Perbedaan Fundamental dengan Masa Lalu

Perbedaannya bukan sekadar teknis, melainkan ideologis:

Pendekatan lama: APBN dijinakkan, negara dipersempit perannya, defisit ditakuti seperti penyakit.

Pendekatan Purbaya: APBN dipersenjatai kembali, negara berani bertindak, defisit diperlakukan sebagai alat strategis.

Di sini, pertumbuhan ekonomi dan dampaknya ke masyarakat tidak lagi menjadi efek samping, melainkan tujuan utama kebijakan fiskal.

Negara yang Berani Mengambil Risiko untuk Rakyat

Indonesia tidak kekurangan teknokrat yang pandai menekan defisit. Yang lama kita kekurangan adalah keberanian politik untuk menggunakan fiskal demi kepentingan nasional. Dalam konteks itu, sikap Purbaya patut dibaca sebagai langkah keluar dari jebakan fiskalisme pasif yang terlalu lama kita pelihara.

Defisit bukan musuh. Musuh sesungguhnya adalah negara yang takut menggunakan kekuasaannya sendiri.

Jika APBN digunakan untuk menjaga ekonomi tetap hidup, maka defisit bukan persoalan. Ia justru tanda bahwa negara masih bekerja dan tidak menyerah pada dogma lama.

———

*Penulis Bin Bin Firman Tresnadi, Dewan Pembina Nalar Bangsa Institute

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Opini
ShareTweet
Previous Post

Sekolah di Bontang Diminta Tak Tarik Iuran Bimbel, Bisa Gunakan Dana Bosda

Next Post

Serakahnomic: Ideologi Perampokan Terorganisir atas Nama Pasar

Related Posts

Editorial: Di Balik Topi Biru Menteri Hanif, Ada Pesan Tegas tentang Sampah dan Tanggung Jawab Bersama
KOLOM

Editorial: Di Balik Topi Biru Menteri Hanif, Ada Pesan Tegas tentang Sampah dan Tanggung Jawab Bersama

Peletakan Batu Pertama Elara Lestari, Cek Harganya jadi Hunian Terjangkau di Bontang
EKBIS

Peletakan Batu Pertama Elara Lestari, Cek Harganya jadi Hunian Terjangkau di Bontang

Sekjen LMND Kritik Narasi BEM UGM, Jangan Politisasi Kasus Penderitaan Anak
WARTA

Sekjen LMND Kritik Narasi BEM UGM, Jangan Politisasi Kasus Penderitaan Anak

Patuhi HET Jelang Ramadan, Bapanas Sosialisasi Batas Harga Pangan di Bontang
EKBIS

Tingginya Biaya Transportasi jadi Alasan Pedagang Jual Pangan di Atas HET

Patuhi HET Jelang Ramadan, Bapanas Sosialisasi Batas Harga Pangan di Bontang
EKBIS

Patuhi HET Jelang Ramadan, Bapanas Sosialisasi Batas Harga Pangan di Bontang

Anak 10 Tahun di NTT Bunuh Diri Tinggalkan Surat untuk Ibu, Andi Sofyan Ikut Menyoroti
WARTA

Anak 10 Tahun di NTT Bunuh Diri Tinggalkan Surat untuk Ibu, Andi Sofyan Ikut Menyoroti

Next Post
Udin Rizky, PRIMA Kaltim

Serakahnomic: Ideologi Perampokan Terorganisir atas Nama Pasar

Discussion about this post

Follow Us

dialektis-logo-1
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK

© 2022 DIALEKTIS.CO – Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Bontang
    • DPRD Kukar
    • DPRD Kutim
  • EKBIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • PARIWARA
  • KOLOM
  • VIDEO
  • INFOGRAFIS

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

news-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

178000401

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

mahjong

mahjong

mahjong

mahjong

mahjong

mahjong

mahjong

mahjong

mahjong

mahjong

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

news-1701