Dialektis.co, Bontang – Upaya SD Negeri 002 Bontang Barat untuk meraih predikat Adiwiyata masih menghadapi tantangan besar, terutama terkait kondisi lahan sekolah yang dinilai kurang subur.
Kepala SDN 002 Bontang Barat, Suhartini, mengatakan salah satu pekerjaan rumah terbesar sekolah saat ini ialah penanganan kondisi tanah yang sulit ditanami.
“PR utama kami memang tentang lahannya karena tanah di sini cukup tandus dan banyak zat asamnya,” ujarnya belum lama ini.
Menurutnya, berbagai upaya penghijauan sebenarnya sudah dilakukan pihak sekolah. Namun banyak tanaman yang tidak mampu bertahan hidup.
Ia menjelaskan, sekolah bahkan telah mencoba menambahkan timbunan tanah untuk membantu meningkatkan kesuburan lahan.
“Kami sudah tambahkan tanah sampai satu karung, tetapi tanaman tetap mati,” katanya.
Tidak hanya tanaman hias, sekolah juga mencoba menanam singkong sebagai alternatif tanaman yang dianggap lebih tahan terhadap kondisi tanah.
Namun hasilnya tetap belum maksimal karena tanaman tumbuh sangat lambat meski sudah ditanam cukup lama.
“Singkong yang kami tanam hampir setahun tetap kecil dan akarnya saja yang tumbuh,” jelasnya.
Selain persoalan tanah, kondisi cuaca juga menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah. Saat hujan turun terus-menerus, area sekolah disebut kerap mengalami banjir.
Karena itu, beberapa tanaman sengaja ditempatkan menggunakan pot yang dimodifikasi agar tidak mudah mati saat genangan air muncul.
“Yang penting tanaman itu bisa bertahan hidup dulu.
Meski menghadapi berbagai kendala lingkungan, pihak sekolah tetap optimistis melanjutkan persiapan menuju sekolah Adiwiyata.
Suhartini menegaskan semangat warga sekolah untuk menciptakan lingkungan hijau tetap tinggi meski prosesnya membutuhkan waktu yang tidak singkat. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.









Discussion about this post