Dialektis.co – SMP Negeri 9 Bontang terus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program wajib belajar yang diterapkan Pemerintah Kota Bontang.
Salah satu langkah yang dilakukan ialah menggelar patroli untuk memastikan siswa benar-benar memanfaatkan waktu malam untuk belajar di rumah.
Kepala SMPN 9 Bontang, Lilyn Indriyawati, mengatakan patroli dilakukan sebagai bentuk komitmen sekolah dalam mendukung program yang telah dicanangkan Wali Kota Bontang.
Menurutnya, pengawasan secara langsung diperlukan agar siswa tidak menyalahgunakan waktu wajib belajar untuk aktivitas di luar yang tidak berkaitan dengan pendidikan.
“Kami pernah melakukan patroli dan saat itu masih menemukan cukup banyak siswa yang tidak mematuhi jam wajib belajar,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Dari hasil patroli tersebut, pihak sekolah mendapati sejumlah siswa berada di luar rumah pada malam hari dengan alasan mengerjakan tugas kelompok.
Namun, aktivitas tersebut justru dilakukan di tempat-tempat yang dinilai kurang tepat.
“Ada yang mengaku kerja kelompok, tetapi ternyata dilakukan di pujasera maupun kafe,” kata dia.
Setelah menemukan pelanggaran itu, pihak sekolah segera melakukan pendataan dan memanggil siswa yang bersangkutan untuk diberikan pembinaan secara internal.
Langkah tersebut juga diperkuat dengan laporan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang.
Lilyn menjelaskan, pendekatan yang dilakukan sekolah lebih menekankan sisi edukatif dibanding hukuman semata.
Para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya memanfaatkan waktu belajar dengan baik.
“Anak-anak kami kumpulkan, kemudian dibimbing oleh guru konseling agar mereka memahami tujuan dari program wajib belajar ini,” jelasnya.
Selain melalui patroli, sekolah juga rutin mengingatkan siswa saat pelaksanaan upacara maupun kegiatan sekolah lainnya.
Edukasi terus dilakukan agar siswa memiliki kesadaran sendiri untuk mematuhi aturan.
Menurutbta, setelah pembinaan dilakukan, pelanggaran terhadap program wajib belajar mulai berkurang secara signifikan. Bahkan hingga saat ini pihak sekolah mengaku tidak lagi menemukan kasus serupa.
Ia berharap kebiasaan belajar di rumah dapat terus tertanam dalam diri siswa sehingga mereka lebih fokus meningkatkan prestasi sekaligus terhindar dari pergaulan negatif di luar lingkungan sekolah. (*).









Discussion about this post