Dialektis.co – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang terus menggenjot upaya penanganan stunting dengan memastikan akurasi data balita mencapai 100 persen.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengintensifkan program Operasi Timbang dengan sistem jemput bola ke rumah warga.
Kepala Dinkes Bontang, Bahtiar Mabe, mengatakan langkah ini diambil lantaran tingkat kehadiran masyarakat di Posyandu masih berada di kisaran 75 hingga 80 persen. Artinya, masih ada balita yang belum terpantau pertumbuhannya secara maksimal.
“Hasil timbang di Posyandu belum mencakup seluruh sasaran. Maka kita lakukan Operasi Timbang dengan turun langsung ke rumah warga agar semua balita terdata,” ujarnya.
Menurutnya, data yang akurat menjadi kunci utama dalam upaya percepatan penurunan stunting. Tanpa data yang lengkap, risiko adanya balita yang mengalami gangguan pertumbuhan namun tidak terdeteksi akan semakin besar.
Melalui Operasi Timbang, petugas memastikan pengukuran berat dan tinggi badan balita dilakukan secara rutin dan menyeluruh. Dengan begitu, setiap indikasi stunting dapat segera diidentifikasi dan ditangani lebih cepat.
“Data ini penting untuk menentukan intervensi. Kalau tidak lengkap, kita bisa kecolongan, ada anak yang berisiko stunting tapi tidak terpantau,” jelasnya.
Baca juga: Kejar Target 12,5 Persen, Dinkes Bontang Fokus Cegah Stunting dari Hulu
Bahtiar menambahkan, pemantauan pertumbuhan balita dilakukan setiap bulan. Perubahan sekecil apa pun, baik kenaikan maupun stagnasi berat dan tinggi badan, menjadi indikator penting dalam menilai kondisi kesehatan anak.
“Kalau bulan lalu beratnya 50 lalu naik jadi 52, itu artinya ada perkembangan. Tapi kalau tidak naik, itu yang harus segera ditindaklanjuti,” katanya.
Selain pengukuran, Operasi Timbang juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi langsung kepada orang tua. Petugas memberikan pemahaman terkait pentingnya gizi seimbang, pola asuh, serta rutin memeriksakan anak ke Posyandu sebagai langkah pencegahan stunting.
Dinkes berharap, melalui strategi jemput bola ini, kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga ke depan tidak lagi bergantung pada Operasi Timbang.
“Kalau kehadiran di Posyandu sudah 100 persen, sebenarnya Operasi Timbang tidak perlu lagi. Tapi selama masih ada yang tidak datang, kita harus turun langsung,” tegasnya.
Ia menegaskan, jika data sudah terkumpul secara menyeluruh, pemerintah dapat merumuskan langkah penanganan stunting yang lebih tepat dan signifikan di setiap wilayah.
“Kalau datanya sudah lengkap, kita bisa tahu persis kondisi di lapangan dan mencari solusi terbaik untuk mencegah stunting di Bontang,” pungkasnya. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.







Discussion about this post