Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home EKBIS

India Larang Ekspor Gandum, Ancaman Nyata Stabilitas Pangan Nasional

Redaksi by Redaksi
May 16, 2022
India Larang Ekspor Gandum, Ancaman Nyata Stabilitas Pangan Nasional

Ilustrasi Tanaman Gandum

Share on FacebookShare on Twitter

DIALEKTIS.CO – Imbas terjadinya gelombang panas, demi mengamankan stok pangan lokalnya, Pemerintah India mulai melarang ekspor gandum. Hal ini dinilai akan berpengaruh besar pada pasokan global, termasuk Indonesia.

Direktur CELIOS Bhima Yudhistira mengatakan, India merupakan produsen gandum nomor dua terbesar di dunia setelah China dengan kapasitas produksi 107,5 juta ton.

Baca juga: Sektor Properti di Bontang Tetap Stabil, Bontang Baru dan Api-api Primadona

Sementara Indonesia mengimpor gandum tiap tahun sebesar 11,7 juta ton atau setara USD3,45 miliar, naik 31,6% dibanding tahun sebelumnya

“Jadi kalau India melakukan proteksionisme dengan larang ekspor gandum, sangat berisiko bagi stabilitas pangan di dalam negeri. Dengan inflasi yang mulai naik, dikhawatirkan garis kemiskinan akan meningkat,” ujar Bhima dilansir dari MNC Portal Indonesia, Ahad, (15/5).

Baca juga: Soal Pembangunan Pabrik Soda Ash, Sekper KIE: Disambut Baik Masyarakat

Menurut Bhima, ada empat dampak dari pelarangan ekspor gandum ini. Pertama, harga gandum di pasar internasional telah naik 58,8% dalam satu tahun terakhir. Imbas pada inflasi pangan akan menekan daya beli masyarakat.

“Contohnya tepung terigu, mie instan sangat butuh gandum, dan Indonesia tidak bisa produksi gandum. Banyak industri makanan minuman skala kecil yang harus putar otak untuk bertahan di tengah naiknya biaya produksi,” ujarnya.

Baca juga: Kinerja JBP Optimal, PKT Beri Reward kepada Distributor dan Kios Wilayah Kaltim Kaltara

Kedua, pelarangan ekspor gandum yang belum diketahui sampai kapan waktunya membuat kekurangan pasokan menjadi ancaman serius.

Perang Ukraina-Rusia sudah membuat stok gandum turun signifikan. Ditambah kebijakan India, tentu berimbas signifikan ke keberlanjutan usaha yang butuh gandum.

Baca juga: Pasar Citra Mas Loktuan yang Baru Ditarget Mulai Beroprasi Bulan Syawal

“Ketiga, pengusaha harus segera mencari sumber alternatif gandum dan ini harusnya menjadi kesempatan bagi alternatif bahan baku selain gandum seperti tepung jagung, singkong, hingga sorgum yang banyak ditemukan di Indonesia,” ujarnya.

Dan keempat, pakan ternak yang sebagian menggunakan campuran gandum, ketika harga gandum naik bisa menyebabkan harga daging dan telur juga naik.

Baca juga: Tok! Harga Pertamax Resmi Naik Jadi Rp 12.500-Rp 13.000 Per Liter

“Oleh karena itu, pemerintah harus segera mempersiapkan strategi untuk mitigasi berlanjutnya ekspor gandum India,” ungkap Bhima. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Gandum Global
ShareTweet
Previous Post

Ngamuk Saat Kerja Bakti, Tikam 3 Orang, 1 Tewas

Next Post

Duh! Harga Bawang Merah di Pasar Loktuan Masih Tinggi, Rp45 Ribu per Kg

Related Posts

Pupuk Kaltim Salurkan Rp858,7 Juta untuk Pengendalian Stunting di Kota Bontang
WARTA

Pupuk Kaltim Salurkan Rp858,7 Juta untuk Pengendalian Stunting di Kota Bontang

Tiket Lembah Permai Fair Gratis Malam Ini, Hadirkan Golden Memories Lewat Aksi Panggung Galatua Reborn
EKBIS

Tiket Lembah Permai Fair Gratis Malam Ini, Hadirkan Golden Memories Lewat Aksi Panggung Galatua Reborn

Pengawas SPBU Kopkar Bantah Kualitas Pertamax Sulit Dipertanggung jawabkan
EKBIS

Nopol Luar Kaltim Bakal Dilarang Isi BBM Subsidi di Bontang, Kecuali Angkutan Barang

Distribusi Solar di SPBU Disorot, Pertamina: Bontang Sudah Terapkan Antrean Online
EKBIS

Berlaku Mulai Hari Ini, Pertamax di Kaltim Resmi Turun Rp 350 jadi Rp16.300

Disnaker Bontang Bekali Siswa SMK 3 Hadapi Dunia Kerja, Kenalkan Peluang Karier di Dalam dan Luar Negeri
VIDEO

Disnaker Bontang Bekali Siswa SMK 3 Hadapi Dunia Kerja, Kenalkan Peluang Karier di Dalam dan Luar Negeri

Datang dari Bandung, Harap Perayaan Kemerdekaan di Bontang Meriah
EKBIS

Datang dari Bandung, Harap Perayaan Kemerdekaan di Bontang Meriah

Next Post
Duh! Harga Bawang Merah di Pasar Loktuan Masih Tinggi, Rp45 Ribu per Kg

Duh! Harga Bawang Merah di Pasar Loktuan Masih Tinggi, Rp45 Ribu per Kg

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.