Dialektis.co – Kepala sekolah, SD Negeri 003 Bontang Utara, Abdillah memastikan anak didiknya akan mengikuti seluruh cabang yang dipertandingkan pada ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N).
Abdillah menegaskan bahwa keikutsertaan ini bukan sekadar formalitas. Melainkan bagian dari strategi pengembangan bakat peserta didik.
Menurutnya peserta didik penting merasakan iklim kompetisi. Sebagai wadah untuk menggali kemampuan sejak dini.
“Seluruh bidang lomba kami isi. Karena kami ingin, setiap siswa punya peluang menunjukkan keunggulannya,” ungkapnya, Rabu (6/5/2026).
Kategori seperti seni tari, dongeng, seni lukis, kriya, hingga pantomim diikuti dengan serius.
Bahkan, setiap cabang dipersiapkan melalui proses seleksi yang ketat guna mendapatkan perwakilan terbaik.
Untuk kategori kelompok seperti tari. Sekolah mengirim tiga siswa yang telah menjalani latihan intensif.
Sementara cabang individu dipilih berdasarkan kemampuan spesifik masing-masing peserta.
“Pemilihan peserta dilakukan melalui penilaian berlapis, sehingga yang maju benar-benar siap secara kemampuan,” jelasnya.
Persiapan dilakukan sejak jauh hari melalui kegiatan ekstrakurikuler yang disesuaikan dengan kebutuhan kompetisi. Program latihan dirancang agar siswa terbiasa dengan standar lomba.
Selain itu, sekolah juga membangun mental bertanding melalui berbagai simulasi tampil. Hal ini dianggap penting untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa di hadapan juri.
“Keberanian tampil itu kami latih terus, karena itu sering jadi penentu keberhasilan,” tuturnya.
Prestasi sebelumnya di cabang kriya menjadi dorongan tambahan bagi sekolah untuk kembali meraih hasil maksimal pada tahun ini. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post