Dialektis.co – Prestasi membanggakan berhasil diraih Kepala SD Negeri 003 Bontang Utara, Abdillah, setelah sukses meraih juara 1 dalam ajang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Transformatif tingkat nasional tahun 2025.
Penghargaan tersebut diberikan atas inovasi pembelajaran inklusif yang dikembangkan untuk mendukung siswa berkebutuhan khusus di lingkungan sekolah.
Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia pendidikan di Kota Bontang. Inovasi yang dikembangkannya dinilai mampu menghadirkan pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif dan mudah dipahami siswa inklusi.
Menurut Abdillah, gagasan itu muncul dari pengalaman langsung mendampingi siswa berkebutuhan khusus yang memiliki cara belajar berbeda dibanding siswa reguler. Karena itu, sekolah mencoba menghadirkan metode pembelajaran yang lebih sederhana dan visual.
“Inovasi ini lahir karena kebutuhan anak-anak di sekolah memang berbeda. Kami mencoba mencari cara agar mereka tetap bisa memahami materi dengan nyaman,” ujarnya, Rabu (6/5/2026) kemarin.
Salah satu inovasi utama yang dikembangkan adalah aplikasi “Sibibu” atau Sistem Informasi Belajar Inklusif. Aplikasi tersebut memuat berbagai video pembelajaran yang disusun khusus untuk membantu siswa inklusi memahami materi secara bertahap.
Materi yang ditampilkan tidak hanya berisi pelajaran akademik sederhana, tetapi juga keterampilan dasar dalam kehidupan sehari-hari. Kontennya dibuat lebih visual agar mudah dipahami dan dapat diputar berulang kali oleh siswa.
Menariknya, dalam video pembelajaran tersebut, siswa reguler ikut dilibatkan sebagai model praktik. Mereka memperagakan berbagai aktivitas seperti memakai pakaian, mengikat tali sepatu, hingga latihan dasar membaca dan berhitung.
“Anak-anak inklusi biasanya lebih cepat memahami kalau melihat contoh secara langsung. Karena itu kami menggunakan pendekatan visual melalui video,” jelasnya.
Selain membantu siswa di sekolah, aplikasi tersebut juga mempermudah orang tua saat mendampingi anak belajar di rumah. Orang tua dapat memahami metode pembelajaran yang diterapkan guru sekaligus mengikuti perkembangan anak secara lebih intensif.
Dirinya berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih ramah bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg kemudian join.









Discussion about this post