Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KABAR PARLEMEN DPRD Kutim

Hepnie Armansyah Tuding Ada Kegiatan MYC Tidak Dikerjakan Secara Profesional

Redaksi by Redaksi
July 5, 2024
Hepnie Armansyah Tuding Ada Kegiatan MYC Tidak Dikerjakan Secara Profesional

Hepnie Armansyah

Share on FacebookShare on Twitter

DIALEKTIS.CO, KUTIM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Hepnie Armansyah meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim, untuk meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek pembangunan yang sedang dijalankan. Terutama yang masuk dalam skema multi years contract (MYC).

Pasalnya, progres pekerjaan di lapangan masih rendah dan jauh dari target. Maka itu, pengawasannya pun diminta untuk dimaksimalkan. Terutama untuk memastikan pekerjaan di lapangan dilakukan secara profesional.

“Karena ada kegiatan yang dikerjakan tidak dengan cara yang profesional. Itu kami (dewan) menyaksikan sendiri,” ungkapnya.

Apalagi, kata dia, selama proses evaluasi laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPJ) Bupati lalu, peninjauan proyek secara langsung telah dilakukan. Terutama untuk memastikan bagaiaman progres pembangunan proyek yang masuk dalam skema MYC dengan alokasi APBD Rp 1,3 triliun.

Bahkan ada empat proyek yang telah dikunjungi sebagai sampel. Di antaranya pelabuhan dan drainase di Kenyamukan, pembangunan jalan di Kecamatan Kaliorang dan jembatan di Bengalon. Hal tersebut lah yang mendasari pihaknya meminta kepada Pemkab Kutim untuk mempercepat realisasi serapan anggaran.

“Makanya harus dimaksimalkan sumber daya yang dimiliki. Kan tahun ini (2024) masa akhir pelaksanaan proyek MYC. Apalagi sudah disepakti antara DPRD dan pemerintah,” jelasnya.

Dia pun menegaskan, agar hal tersebut benar-benar dimaksimalkan. Mengingat pelaksana kegiatan merupakan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis Pemkab Kutim.

“Makanya mereka yang lebih paham. Kami (dewan) hanya memberikan rekomendasi agar ada upaya pemaksimalan pekerjaan di lapangan. Sehingga serapan anggaran dapat dimaksimalkan,” pungkasnya. (adv)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Dewan Kutim
ShareTweet
Previous Post

Kronologi Permasalahan Kelompok Tani Karya Bersama dengan PT Indominco Mandiri

Next Post

Hepnie Armansyah Minta Pemkab Percepat Proses DPA, Antisipasi Silpa

Related Posts

Bantu Petani Kaliorang, Faizal Rachman Janji Siap Bantu Tingkatkan Jalan Usaha Tani 
DPRD Kutim

Faizal Rachman Ungkap Ada Perusahaan Sawit Sudah 15 Tahun Tanpa HGU

Berikut Struktur Keanggotaan Empat Pansus DPRD Kutim, Yan jadi Ketua Pansus Perda Gender
DPRD Kutim

Berikut Struktur Keanggotaan Empat Pansus DPRD Kutim, Yan jadi Ketua Pansus Perda Gender

DPRD Kutim Gelar Paripurna Penetapan Struktur Pansus
DPRD Kutim

DPRD Kutim Gelar Paripurna Penetapan Struktur Pansus

Dewan Jadwal Tinjau Proyek Skema Tahun Jamak, Hepnie: 2 Proyek jadi Atensi Khusus
DPRD Kutim

Hepnie Armansyah Ingatkan Pemkab Perlu Beri Perhatian Lebih Kepada Nelayan

Novel Tyty Dorong Pemkab Ciptakan Regulasi Pengatur Harga Jual BBM Eceran
DPRD Kutim

Novel Tyty Dorong Pemkab Ciptakan Regulasi Pengatur Harga Jual BBM Eceran

Novel Tyty Minta Pemkab Kutim Tertibkan Praktik Jual-Beli BBM Eceran “Pertamini”
DPRD Kutim

Novel Tyty Minta Pemkab Kutim Tertibkan Praktik Jual-Beli BBM Eceran “Pertamini”

Next Post
Hepnie Armansyah Tuding Ada Kegiatan MYC Tidak Dikerjakan Secara Profesional

Hepnie Armansyah Minta Pemkab Percepat Proses DPA, Antisipasi Silpa

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.