Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home RAGAM KOLOM

Fadli Zon Buka Peluang Kolaborasi Diseminasi Narasi Budaya dan Konservasi Aksara Daerah dengan JMSI

Redaksi by Redaksi
March 4, 2026
Fadli Zon Buka Peluang Kolaborasi Diseminasi Narasi Budaya dan Konservasi Aksara Daerah dengan JMSI

Pengurus Pusat JMSI di Kantor Kementrian Kebudayaan (Foto/Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

Dialektis.co – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menerima audiensi Pengurus Pusat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Ruang Mataram, Kementerian Kebudayaan, Selasa (3/3/2026).

Pertemuan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus dialog strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan media dalam pemajuan kebudayaan nasional.

Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa, menyampaikan bahwa sebagai konstituen muda di Dewan Pers, JMSI ingin mengambil peran lebih aktif dalam isu-isu kebudayaan, khususnya konservasi aksara daerah.

Menteri Kebudayaan (Menbud) menanggapi bahwa pemajuan kebudayaan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

“Tugas pemajuan kebudayaan nasional ini harus menjadi tugas kita bersama. Seperti yang sudah tertulis di dalam Pasal 32 Ayat 1 UUD 1945, ‘Negara memajukan kebudayaan Indonesia di tengah peradaban dunia.’ Itu sangat erat kaitannya dengan yang dilakukan oleh rekan-rekan media, sangat erat,” tegasnya dalam rilis yang diterima media ini, Rabu (4/3).

Menurut Menbud, media memiliki peran strategis dalam membangun dan menyebarluaskan narasi kebudayaan yang kuat dan berkelanjutan. Saat ini diperlukan diseminasi oleh media dan upaya menghidupkan narasi-narasi dari berbagai situs kebudayaan.

Dalam kesempatan tersebut, Menbud Fadli Zon juga memaparkan bahwa Kementerian Kebudayaan tengah mempercepat penetapan dan pelestarian cagar budaya serta Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia. Dari keseluruhan WBTB yang telah ditetapkan, sekitar 10–20% di antaranya merupakan kuliner.

Selain itu, Indonesia juga sedang mengusulkan tempe sebagai Warisan Budaya Takbenda ke UNESCO. Lebih lanjut, dirinya juga sampaikan bahwa langkah tersebut perlu diiringi dengan penguatan strategi komunikasi publik agar memiliki daya jangkau luas.

“Yang kita perlukan adalah diseminasi narasi dan informasi, maka itu perlu berkolaborasi dengan media. Revitalisasi sudah dilaksanakan, namun perlu narasi untuk menuangkannya sebagai campaign. Selain ada narasi dan literasi bagi orang Indonesia sendiri, juga diperlukan bagi masyarakat internasional,” tekan Fadli Zon.

Menutup diskusi, Menteri Kebudayaan menekankan pentingnya penguatan cerita rakyat sebagai bagian dari ekosistem kebudayaan yang hidup di tengah masyarakat. Kementerian Kebudayaan sedang mengumpulkan cerita-cerita rakyat untuk dilakukan digitalisasi.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Kebudayaan Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan, Anindita Kusuma Listya; Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Media dan Komunikasi Publik, Muhammad Asrian Mirza; Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik, Ibnu Hamad; Direktur Pengembangan Budaya Digital, Andi Syamsu Rijal; serta Kepala Balai Media Kebudayaan, Abu Chanifah.

Melalui kolaborasi strategis antara Kementerian Kebudayaan dan JMSI, diharapkan terbangun ekosistem narasi kebudayaan yang kuat, berbasis riset, serta mampu menjangkau masyarakat luas.

Sinergi ini menjadi langkah konkret untuk memastikan kebudayaan Indonesia tidak hanya lestari, tetapi juga relevan dan berdaya saing di tingkat global. (Rls).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Kabar Nasional
ShareTweet
Previous Post

Simpan 2 Poket Sabu di Jok Mobil, 3 Pria di Desa Sebuntal Ditangkap Polisi

Next Post

Kisah Si Pongo, Pesona Biodiversitas Hutan: Harmoni Industri dan Konservasi di Bontang

Related Posts

Bupati Tanggamus dan JMSI Diskusi Hilirisasi Produk Pertanian dan Pelebaran Jalan
KOLOM

Bupati Tanggamus dan JMSI Diskusi Hilirisasi Produk Pertanian dan Pelebaran Jalan

Kebijakan SPK TKBM di KSOP Satui Disorot, Pengguna Jasa Nilai Ganggu Kenyamanan Berusaha
KOLOM

Kebijakan SPK TKBM di KSOP Satui Disorot, Pengguna Jasa Nilai Ganggu Kenyamanan Berusaha

Menuju Indonesia Maju : Komitmen Menegakkan Pasal 33 UUD 1945
KOLOM

Menuju Indonesia Maju : Komitmen Menegakkan Pasal 33 UUD 1945

Korban Lubang Tambang Bertambah, JATAM Desak Investigasi Kematian Muhammad Aji
KOLOM

Korban Lubang Tambang Bertambah, JATAM Desak Investigasi Kematian Muhammad Aji

Teguh Santosa Nilai Agresivitas China karena Fragmentasi Sikap Indonesia Sendiri
KOLOM

Membaca Ekodiplomasi dan Posisi Geopolitik Indonesia di Era Prabowo

PRIMA Gelar HUT ke-5 Secara Sederhana, Angkat Tema Revolusi Sudah Dimulai dari Istana
KOLOM

PRIMA Gelar HUT ke-5 Secara Sederhana, Angkat Tema Revolusi Sudah Dimulai dari Istana

Next Post
Kisah Si Pongo, Pesona Biodiversitas Hutan: Harmoni Industri dan Konservasi di Bontang

Kisah Si Pongo, Pesona Biodiversitas Hutan: Harmoni Industri dan Konservasi di Bontang

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.