Dialektis.co – Aktivis Lingkungan Green Earth Community Balikpapan, Paulus Patria Christianto turut angkat suara terkait wacana Wali Kota Balikpapan, Rahmat Masud untuk mengusulkan moratorium serta peninjauan kembali izin lingkungan di kawasan pesisir.
Menurut Christo -sapaan akrabnya, langkah peninjauan kembali proyek reklamasi pantai tersebut patut mendapat dukungan. Sebab dinilai sejalan dengan upaya menjaga kelestarian wilayah pesisir dan laut.
Namun ia menegaskan hal tersebut perlu didukung dengan kajian akademis dan sosial yang komprehensif. Agar nantinya tidak mentah saat diajukan kepada pemerintah pusat, selaku pemengang kewenangan perizinan kawasan pesisir dan perairan lepas pantai.
“Kami mendukung komitmen wali kota untuk mengawal usulan moratorium dan peninjauan kembali izin lingkungan di kawasan pesisir. Tentunya semua harus didasarkan pada kajian yang matang,” ujarnya kepada media ini.
Baca juga: Lepas 80 Tukik, Rahmad Mas’ud Apresiasi Kepedulian JMSI Balikpapan
Christo optimistis jika disertai kajian. Usulan tersebut akan mendapatkan respons positif sebab sejalan dengan visi pembangunan Kota Balikpapan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
Lebih lanjut, Christo menilai, pemerintah juga perlu memberikan kepastian terkait kawasan sempadan pantai dan area konservasi yang selama ini telah dikelola masyarakat. Baik secara swadaya maupun melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
“Solusi yang diambil, harus mengedepankan prinsip keadilan, kemanusiaan, serta musyawarah mufakat,” ucapnya.
Sebelumnya, dalam momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang digelar di kawasan Pantai Damba Enggang Borneo (DEB) pada Senin (8/6/2026) lalu. Christo juga menegaskan siap mengawal komitmen pemerintah daerah dalam pengelolaan wilayah pesisir Balikpapan.
Kesempatan itu ia juga mengajak berbagai komunitas peduli lingkungan, termasuk mahasiswa pecinta alam dari Universitas Balikpapan (Uniba) dan Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba), untuk turut berpartisipasi.
Selain itu, ia menuarakan keterlibatan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam mendukung pelestarian lingkungan. Menurutnya, potensi wisata berbasis alam akan berkembang secara berkelanjutan apabila ekosistem pesisir tetap terjaga.
“Potensi jasa wisata dapat menjadi daya tarik investasi sekaligus berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Balikpapan dari sektor jasa,” pungkasnya. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post