Dialektis.co – Warga Kelurahan Api-Api digegerkan dengan adanya kasus bunuh diri yang terjadi pada Kamis (30/4/2026) dini hari.
Peristiwa ini menambah daftar keprihatinan atas persoalan kesehatan mental dan kondisi sosial di tengah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal, menilai bahwa tindakan bunuh diri tidak terjadi secara tiba-tiba tanpa latar belakang yang jelas.
Ia menekankan pentingnya melihat persoalan ini secara menyeluruh agar penanganannya tidak parsial.
“Kasus bunuh diri tentu tidak terjadi tanpa sebab. Pasti ada latar belakangnya,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan, berbagai faktor dapat menjadi pemicu, mulai dari persoalan kesehatan, tekanan ekonomi, hingga kondisi psikologis yang tidak tertangani dengan baik.
Karena itu, menurutnya, solusi yang dihadirkan juga harus melibatkan banyak pihak.
Ia menilai peran pemerintah daerah melalui instansi terkait seperti Dinas Sosial sangat penting dalam melakukan intervensi dini.
Upaya-upaya yang telah dilakukan selama ini pun diapresiasi, namun tetap perlu diperkuat agar mampu menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya keharmonisan dalam keluarga serta kepedulian sosial di lingkungan sekitar.
Menurutnya, interaksi sederhana antar warga dapat menjadi langkah awal dalam mencegah munculnya rasa putus asa.
“Jangan sampai ada warga yang kesulitan, tapi lingkungan sekitarnya tidak mengetahui atau tidak peduli. Kepedulian itu penting,” tegasnya, Kamis (30/4/2026).
Ia juga mendorong peran aktif pengurus RT sebagai garda terdepan dalam memantau kondisi masyarakat.
Ia mengimbau agar RT dapat membangun sinergi antar warga, memperkuat komunikasi, serta menciptakan ruang kebersamaan di lingkungan.
Menurutnya, kegiatan sosial maupun keagamaan dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan antar warga. Sekaligus membuka ruang komunikasi bagi mereka yang membutuhkan tempat berbagi.
Ia juga mengajak tokoh masyarakat untuk lebih peka dan membuka diri sebagai tempat curhat bagi warga.
Dengan adanya ruang untuk bercerita, beban psikologis seseorang diharapkan dapat berkurang, bahkan sebelum masalah berkembang lebih jauh.
“Kalau ada masalah, jangan dipendam sendiri. Harus ada tempat bercerita. Dari situ, siapa tahu bisa ditemukan jalan keluar,” pungkasnya. (*).








Discussion about this post