Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home RAGAM KOLOM

BNPB: Sudah 96 Bencana Alam Terjadi di Awal 2023

Redaksi by Redaksi
January 21, 2023
BNPB: Sudah 96 Bencana Alam Terjadi di Awal 2023

Talkshow yang digelar SIEJ bersama LKTL di Wisma Hijau, Jumat, (20/1/2023).

Share on FacebookShare on Twitter

DIALEKTIS.CO, Depok – Wilayah Indonesia memiliki potensi bencana alam yang tinggi. Karena terletak di antara pertemuan empat lempeng tektonik yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia, dan Samudera Pasifik.

Selain itu, sisi selatan dan utara Indonesia juga terhubung dalam satu sabuk vulkanik (volcanic arc). Memanjang dari Pulau Sumatera, Jawa-Nusa Tenggara, dan Sulawesi yang sisinya berupa pegunungan vulkanik tua, dataran rendah dan sebagian merupakan rawa-rawa.

Catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa di tahun 2023 yang baru berlangsung 19 hari sampai kemarin (19/1/2023), tercatat telah terjadi 96 bencana alam. Artinya, dalam satu hari telah terjadi beberapa bencana alam di berbagai wilayah di Indonesia.

Hal ini diakui deputi bidang bencana BNPB, Prasinta Dewi dalam acara talkshow yang digelar Perkumpulan Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia atau The Society of Indonesian Enviroment Journalists (SIEJ) bekerja sama dengan Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LKTL).

Kegiatan ini bertajuk “Mitigasi Bencana Berbasis Konservasi Ekosistem dan Tata Ruang” sebagai rangkaian acara Konferensi Nasional Jurnalis Lingkungan Hidup (KNJLH) yang digelar pada Jumat, (20/1/2023).

Dewi menjelaskan, semua jenis bencana ada di Indonesia. Langkah yang dilakukan BNPB untuk membantu masyarakat adalah dengan memberi penguatan tentang strategi mitigasi bencana yang harus dilakukan.

“BNPB membantu masyarakat dengan mengingatkan dan mengajak masyarakat Indonesia untuk paham bahwa mereka tinggal di wilayah ancaman, jadi perlu terus dilaksanakan forum pengurangan risiko bencana, pelatihan, dan edukasi. Salah satunya adalah dengan membangun keluarga tangguh bencana dan desa tangguh bencana,” ungkapnya.

Salah satu kegiatan mitigasi bencana yang saat ini tengah berjalan adalah investasi pengurangan risiko bencana yang telah terlaksana sejak 2020 dan direncakan hingga 2045 mendatang.

Investasi ini terbagi dalam beberapa sektor diantaranya investasi struktural, investasi kultural, investasi sumber daya alam, investasi ilmu pengetahuan dan teknologi, lalu investasi keuangan.

“Seperti kita tahu, setelah bencana banjir di Cianjur kemarin puluhan miliar telah dihabiskan untuk renovasi kembali, di sinilah mitigasi perlu dimulai. Akan sangat bijaksana jika sebelum mulai membangun kembali, dengan mengacu pada mitigasi. Dilihat dari kebijakannya, tata ruangnya, dampak-dampaknya antisipasi akan timbulnya bencana kembali,” jelas Dewi.

Dorong Anak Muda untuk Konservasi

Kepala Sekretariat Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), Gita Syahrani menyebutkan, memiliki potensi besar meningkatkan hilirisasi produk yang ramah lingkungan dan ramah sosial dengan nilai tambah yang besar.

“Kita punya program yang namanya ekonomi lestari, di mana kita bisa mewujudkan pola pikir baru tentang konservasi dan upaya menjaga alam yang nyatanya tidak sulit untuk dilakukan, dan peran anak muda untuk membangun daerahnya sendiri,” ujar Gita.

Gita mencontohkan, Indonesia memiliki potensi madu hutan yang harganya lebih dari 15 milyar USD, atau kelor yang harga globalnya mencapai 10 milyar USD.

“Tapi hal itu tidak bisa diwujudkan kalau hutannya tidak terjaga,” jelas Gita.

Melihat permasalahan dan peluang yang ada, kata Gita, pada 2021 beberapa kabupaten yang tergabung dalam LTKL telah menyampaikan targetnya.

Diantaranya berkomitmen mempertahankan fungsi ekologis hutan gambut, dan ekosistem penting 50% dari yang ada sekarang dengan cara-cara yang inovatif.

“Kalau kita mau membicarakan kabupaten tangguh bencana, itu mencoba menarik anak muda, membuat produk dan jasa yang keren-keren. Seperti yang telah terjadi di Kabupaten Siak, ada satu perusahaan bernama Alam Siak Lestari yang dibawa teman-teman muda di sana. Dan ini mencoba menerjemahkan visi Siak Hijau yang mencoba menjaga supaya Siak Tidak terbakar lagi,” ungkap Gita.

Kesadaran akan potensi alam dan pentingnya menjaga kondisi lingkungan merupakan salah satu hal penting dalam upaya mitigasi bencana.

Pemerintah Kabupaten Siak melalui Kepala Dinas Lingkung Hidup Kabupaten Sigi Afit Lamakarto menyatakan komitmen Kabupaten Sigi untuk menjadi kabupaten lestari.

Menurutnya, Pemda dan masyarakat Sigi sudah memiliki masyarakat yang sangat paham dengan kondisi lingkungannya.

“Bahkan kita ditetapkan menjadi wilayah taman nasional yang demikian luas, hutan lindung dan sebagainya. Dan masyarakat sadar bahwa itu adalah hal yang baik,” ujarnya.

Misalnya saja, ketika bencana menimpa di Sigi. Afit menerangkan, masyarakat mendorong perlu adanya upaya konservasi.

“Jika kawasan ini tidak ditetapkan sebagai wilayah konservasi, maka sangat memungkinkan akan ada memakan lebih banyak korban jiwa,” katanya.

Upaya lain yang dilakukan, yaitu berupa inovasi penanaman bamboo brinjong di aliran sungai.

“Untuk memitigasi bencana likuifaksi dengan melindungi dan memperkuat struktur tanah untuk mencegah terjadinya longsor kembali,” Afit menjelaskan.

Kaum muda di wilayah Sigi merasakan energi serupa. Hal ini terlihat dari lahirnya Yayasan Kompas Peduli Lingkungan (KOMIU) Sigi yang melakukan konservasi, dengan tujuan agar hutan mereka tetap terjaga.

Divisi Konservasi KOMIU Sigi, Yulia Astuti menyampaikan upaya yang mereka lakukan. “Yayasan Komiu dalam salah satu programnya melakukan inventaris pohon yang ada di hutan Ranjuri Sigi. Dimana hutan Kanjuri ini merupakan hutan yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat. Karena kita perlu mencari tahu dulu apa saja yang kita punya, untuk kemudian dijaga,” jelasnya.

Menurut Yulia, akses kontribusi anak muda dalam memitigasi bencana masih terbatas. Meski demikian, mereka mendapat fasilitas dari jejak.in. Menurutnya jejak.in memberi peluang kemudahan agar anak muda tidak terbatas kesempatan untuk ikut mengambil peran.

“Jasa market place yang kita punya berisi program-program hijau yang dilakukan dengan kerja sama berbagai mitra. Dan melalui market place hijau ini, siapapun dapat berkontribusi untuk menjaga lingkungan,” pungkas Arfan.

Tentang SIEJ

Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia atau The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) dideklarasikan oleh 45 jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia pada 22 April 2006, bertepatan dengan peringatan Hari Bumi di Taman Nasional Leuser, Tangkahan Sumatera Utara.

Tujuan utama SIEJ adalah membangun jaringan jurnalis dan media untuk mendorong peliputan lingkungan yang kritis dan berpihak kepada kebenaran. SIEJ juga wadah peningkatan skill serta kapasitas jurnalis untuk isu-isu peliputan lingkungan.

Hingga saat ini SIEJ memiliki anggota kurang lebih 200 orang jurnalis aktif, baik jurnalis freelance maupun jurnalis yang bekerja di perusahaan media. Anggota SIEJ tersebar di 25 daerah SIMPUL SIEJ yang berbasis di masing-masing provinsi. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan klik link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join. Agar lebih mudah instal aplikasi telegram dulu di ponsel Anda.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Bencana AlamBNPBDepok
ShareTweet
Previous Post

Satresnarkoba Gerebek Rumah TO di Tanjung Laut Indah, Polisi Sita 1,20 Gram Sabu

Next Post

6 Jam Berjibaku, Kebakaran Gudang BBM Pabrik CPO di Bonles Berhasil Dipadamkan

Related Posts

suporter sepak bola
KOLOM

Koalisi Pers Kaltim Kecam Pelabelan “Londo Ireng” terhadap Jurnalis, Presiden Prabowo Diminta Minta Maaf

suporter sepak bola
KOLOM

AJI: Penghalangan Liputan di Pulau Obi & Ucapan Merendahkan Hotman Paris kepada Jurnalis Adalah Bentuk Intimidasi 

Bupati Tanggamus dan JMSI Diskusi Hilirisasi Produk Pertanian dan Pelebaran Jalan
KOLOM

Bupati Tanggamus dan JMSI Diskusi Hilirisasi Produk Pertanian dan Pelebaran Jalan

Kebijakan SPK TKBM di KSOP Satui Disorot, Pengguna Jasa Nilai Ganggu Kenyamanan Berusaha
KOLOM

Kebijakan SPK TKBM di KSOP Satui Disorot, Pengguna Jasa Nilai Ganggu Kenyamanan Berusaha

Menuju Indonesia Maju : Komitmen Menegakkan Pasal 33 UUD 1945
KOLOM

Menuju Indonesia Maju : Komitmen Menegakkan Pasal 33 UUD 1945

Korban Lubang Tambang Bertambah, JATAM Desak Investigasi Kematian Muhammad Aji
KOLOM

Korban Lubang Tambang Bertambah, JATAM Desak Investigasi Kematian Muhammad Aji

Next Post
6 Jam Berjibaku, Kebakaran Gudang BBM Pabrik CPO di Bonles Berhasil Dipadamkan

6 Jam Berjibaku, Kebakaran Gudang BBM Pabrik CPO di Bonles Berhasil Dipadamkan

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

news-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

\

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

article 0000241

article 0000242

article 0000243

article 0000244

article 0000245

article 0000246

article 0000247

article 0000248

article 0000249

article 0000250

article 0000251

article 0000252

article 0000253

article 0000254

article 0000255

article 0000256

article 0000257

article 0000258

article 0000259

article 0000260

article 0000261

article 0000262

article 0000263

article 0000264

article 0000265

article 0000266

article 0000267

article 0000268

article 0000269

article 0000270

article 0000271

article 0000272

article 0000273

article 0000274

article 0000275

article 0000276

article 0000277

article 0000278

article 0000279

article 0000280

article 0000281

article 0000282

article 0000283

article 0000284

article 0000285

article 0000286

article 0000287

article 0000288

article 0000289

article 0000290

article 0000291

article 0000292

article 0000293

article 0000294

article 0000295

article 0000296

article 0000297

article 0000298

article 0000299

article 0000300

article 888896

article 888897

article 888898

article 888899

article 888900

article 888901

article 888902

article 888903

article 888904

article 888905

article 888906

article 888907

article 888908

article 888909

article 888910

article 888911

article 888912

article 888913

article 888914

article 888915

article 888916

article 888917

article 888918

article 888919

article 888920

article 888921

article 888922

article 888923

article 888924

article 888925

article 2990236

article 2990237

article 2990238

article 2990239

article 2990240

article 2990241

article 2990242

article 2990243

article 2990244

article 2990245

article 2990246

article 2990247

article 2990248

article 2990249

article 2990250

article 2990251

article 2990252

article 2990253

article 2990254

article 2990255

article 2990256

article 2990257

article 2990258

article 2990259

article 2990260

article 2990261

article 2990262

article 2990263

article 2990264

article 2990265

article 2990266

article 2990267

article 2990268

article 2990269

article 2990270

article 2990271

article 2990272

article 2990273

article 2990274

article 2990275

article 2990276

article 2990277

article 2990278

article 2990279

article 2990280

article 2990281

article 2990282

article 2990283

article 2990284

article 2990285

article 2990286

article 2990287

article 2990288

article 2990289

article 2990290

article 2990291

article 2990292

article 2990293

article 2990294

article 2990295

article 2990296

article 2990297

article 2990298

article 2990299

article 2990300

article 2990301

article 2990302

article 2990303

article 2990304

article 2990305

article 2990306

article 2990307

article 2990308

article 2990309

article 2990310

article 2000196

article 2000197

article 2000198

article 2000199

article 2000200

article 2000201

article 2000202

article 2000203

article 2000204

article 2000205

article 2000206

article 2000207

article 2000208

article 2000209

article 2000210

article 2000211

article 2000212

article 2000213

article 2000214

article 2000215

article 2000216

article 2000217

article 2000218

article 2000219

article 2000220

article 2000221

article 2000222

article 2000223

article 2000224

article 2000225

article 2000226

article 2000227

article 2000228

article 2000229

article 2000230

article 2000231

article 2000232

article 2000233

article 2000234

article 2000235

article 2000236

article 2000237

article 2000238

article 2000239

article 2000240

article 2000241

article 2000242

article 2000243

article 2000244

article 2000245

article 2000246

article 2000247

article 2000248

article 2000249

article 2000250

article 2000251

article 2000252

article 2000253

article 2000254

article 2000255

article 992000171

article 992000172

article 992000173

article 992000174

article 992000175

article 992000176

article 992000177

article 992000178

article 992000179

article 992000180

article 992000181

article 992000182

article 992000183

article 992000184

article 992000185

article 992000186

article 992000187

article 992000188

article 992000189

article 992000190

article 992000191

article 992000192

article 992000193

article 992000194

article 992000195

article 992000196

article 992000197

article 992000198

article 992000199

article 992000200

article 7700156

article 7700157

article 7700158

article 7700159

article 7700160

article 7700161

article 7700162

article 7700163

article 7700164

article 7700165

article 7700166

article 7700167

article 7700168

article 7700169

article 7700170

article 7700171

article 7700172

article 7700173

article 7700174

article 7700175

article 7700176

article 7700177

article 7700178

article 7700179

article 7700180

article 7700181

article 7700182

article 7700183

article 7700184

article 7700185

article 5500126

article 5500127

article 5500128

article 5500129

article 5500130

article 5500131

article 5500132

article 5500133

article 5500134

article 5500135

article 5500136

article 5500137

article 5500138

article 5500139

article 5500140

article 5500141

article 5500142

article 5500143

article 5500144

article 5500145

article 5500146

article 5500147

article 5500148

article 5500149

article 5500150

article 5500151

article 5500152

article 5500153

article 5500154

article 5500155

article 5500156

article 5500157

article 5500158

article 5500159

article 5500160

article 5500161

article 5500162

article 5500163

article 5500164

article 5500165

article 5500166

article 5500167

article 5500168

article 5500169

article 5500170

article 5500171

article 5500172

article 5500173

article 5500174

article 5500175

article 5500176

article 5500177

article 5500178

article 5500179

article 5500180

article 5500181

article 5500182

article 5500183

article 5500184

article 5500185

article 5500186

article 5500187

article 5500188

article 5500189

article 5500190

article 5500191

article 5500192

article 5500193

article 5500194

article 5500195

news-1701