Dialektis.co – Meski diguyur hujan deras, antusias warga Kota Bontang tidak surut untuk ikut menonton filem kontroversial “Pesta Babi” yang digelar Forum Jurnalis Bontang (FJB) bersama Lentera Muda Nusantara, Jumat (22/5/2026) malam tadi.
Ratusan orang tetap bertahan di sekitar lokasi nonton bareng (nobar) di Sekretariat FJB di Jalan Pencak Silat I, Kelurahan Api-api, Bontang Utara.
Afmanda salah satu pelajar SMA menyatakan rela basah-basahan hanya karena ingin menuntaskan rasa penasarannya terhadap filem yang tengah ramai jadi perbincangan tersebut.
“Pertama karena penasaran melihat beberapa potongan film. Akhirnya malam ini melihat dari awal sampai akhir film,” ujarnya.
Sementara, Frejiae berpendapat jika film ini secara tidak langsung memberikan wawasan tersendiri bagi dirinya.
Dari film karya Dandhy Laksono bersama Watch Doc dan lainnya, mulai dari Sexy Killer 2019 dan Dirty Vote 2024 hingga Pesta Babi.
“Film ini memberikan edukasi jika kondisi Indonesia sedang tidak baik-baik saja dan mengajak peduli sesama warga negara,” ucapnya.
Ketua FJB, Herdi Jafar mengatakan film dokumenter investigasi seperti ini memberi ruang yang kuat untuk membicarakan peran jurnalisme, keberanian mengungkap fakta, dan pentingnya menjaga independensi pers.
Film ini bukan sekadar karya visual. Namun bentuk kerja jurnalistik yang membutuhkan ketekunan, verifikasi, keberanian, biaya, serta risiko tinggi.
Kata dia, lewat film ini masyarakat juga belajar melihat fakta secara lebih kritis, lebih jernih, dan lebih manusiawi.
Baginya, diskusi yang terbangun usai menyaksikan film itu menjadi ruang belajar bersama, ruang keberanian, dan ruang untuk terus menjaga nilai-nilai jurnalisme yang independen, kritis, dan berpihak pada kepentingan publik.
“Semoga film ini juga dapat memantik jurnalis di Bontang untuk membuat produk yang lebih tajam dan kritis. Sebab pers yang sehat bukan yang selalu nyaman,”
“Tapi justru berani mengajukan pertanyaan, membuka ruang diskusi, dan menghadirkan perspektif yang mungkin selama ini diabaikan,” tuturnya.
Menjaga Nalar Kritis Anak Muda
Co Founder Lentera Muda Nusantara Bontang, Indra Ali Ahmad mengucap syukur atas suksesnya kegiatan tersebut hingga berakhir, meski ditengah guyuran hujan.
Melihat besarnya antusiasme warga Bontang dalam acara ini, Lentera Muda Nusantara berkomitmen untuk tidak berhenti sampai di sini.
Apresiasi juga diberikan kepada Dosen Unmul, Sri Murlianti dan Ketua KNPI indra Wijaya yang sudah meluangkan waktunya.
Ke depannya, kegiatan serupa akan terus diupayakan untuk hadir secara konsisten.
Ruang-ruang dialektika dan bertukar gagasan sangat penting untuk terus dirawat, demi menjaga nalar kritis masyarakat, khususnya anak-anak muda, dalam mengawal berbagai isu di Kota Bontang.
“Terimakasihnya kepada teman-teman Lentera Muda Nusantara Dan Forum Jurnalis Bontang yang membuat nobar. Khususnya warga yang tetap antusias hingga akhir meski ditengah hujan deras,” paparnya. (Rls).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.







Discussion about this post