Dialektis.co – Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Pemerintah Kota Bontang tetap berkomitmen menjaga keberlangsungan program pendidikan bagi masyarakat.
Sejumlah bantuan seperti seragam sekolah, sepatu, tas, buku gratis hingga subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) dipastikan tidak akan terdampak efisiensi anggaran.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi prioritas utama yang tidak boleh dikorbankan, meskipun kondisi fiskal daerah sedang mengalami tekanan.
“Kami memastikan bantuan pendidikan tetap berjalan. Seragam, sepatu, tas, buku gratis hingga subsidi UKT tetap diberikan kepada masyarakat,” tegas Neni.
Ia menjelaskan, kebijakan penyesuaian anggaran yang dilakukan Pemkot Bontang lebih difokuskan pada penundaan sejumlah proyek pembangunan fisik, bukan pada layanan dasar.
Langkah ini diambil agar kebutuhan mendasar masyarakat tetap terpenuhi.
Menurutnya, program pendidikan gratis bukan hanya membantu meringankan beban orang tua, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Bontang.
Selain itu, program seragam sekolah gratis juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga.
Ratusan penjahit lokal bakal dilibatkan dalam proses produksi, sehingga turut menggerakkan perekonomian masyarakat.
Di tengah situasi fiskal yang terbatas, Pemkot Bontang memilih untuk mengatur ulang prioritas belanja daerah.
Fokus utama diarahkan pada program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami mungkin menunda beberapa pembangunan, tetapi untuk pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat, itu tidak akan kami kurangi,” pungkasnya. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.









Discussion about this post