Dialektis.co – Rencana revitalisasi Danau Kanaan senilai Rp267,6 miliar terpaksa ditunda oleh Pemerintah Kota Bontang akibat tekanan fiskal pada APBD 2026.
Meski demikian, harapan untuk tetap melanjutkan pengembangan kawasan tersebut belum sepenuhnya pupus.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa di tengah keterbatasan anggaran, pihaknya sangat berharap adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Kami berharap provinsi bisa membantu untuk kegiatan pendalaman atau pengerukan Danau Kanaan,” ujar Neni.
Sebelumnya, proyek ini dirancang menggunakan skema Multiyears Contract (MYC) selama lima tahun, dari 2026 hingga 2031, dengan target penyelesaian fisik pada 2028.
Revitalisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tampung air sebagai sumber air baku sekaligus mengurangi potensi banjir di Kota Bontang.
Namun, kondisi keuangan daerah yang mengalami defisit sekitar Rp150 miliar membuat Pemkot harus menunda sejumlah proyek strategis, termasuk revitalisasi Danau Kanaan.
Kendati proyek utama belum bisa dijalankan, Pemkot Bontang menilai langkah pengerukan tetap krusial sebagai upaya awal menjaga fungsi danau.
Selain meningkatkan daya tampung air, pendalaman juga dinilai penting untuk mengantisipasi banjir di kawasan sekitar.
Penundaan ini menjadi bagian dari penyesuaian prioritas pembangunan daerah, dengan tetap menjaga layanan dasar masyarakat.
Sementara itu, Pemkot terus membuka peluang kolaborasi dengan Pemprov Kaltim agar pengembangan Danau Kanaan tetap berjalan secara berkelanjutan. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.









Discussion about this post