Dialektis.co – Dorong pengembangan dan kemandirian Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Kota Bontang, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) membekali 100 pelaku usaha lokal dengan literasi keuangan untuk membangun usaha yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Kegiatan ini berkolaborasi dengan Komunitas Digital Borneo (Borneos), dengan menghadirkan narasumber dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman.
Fokus edukasi meliputi pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan usaha, khususnya pengelolaan keuangan seperti penetapan harga, perencanaan laba, serta strategi promosi dan branding melalui platform digital.
VP TJSL Pupuk Kaltim Rezha Abdillah mengatakan, pengembangan UMK merupakan salah satu wujud kontribusi perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Untuk itu, pembinaan perlu dilakukan secara berkelanjutan guna meningkatkan kapasitas pelaku usaha, sehingga mampu menangkap peluang dan meningkatkan daya saing.
“Pupuk Kaltim melihat UMK memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Makanya, peningkatan kapasitas pelaku usaha penting dilakukan secara berkelanjutan, agar mampu mengelola dan mengembangkan usaha dengan lebih profesional,” ujar Rezha, Selasa (29/9/2026).
Dijelaskan Rezha, literasi keuangan merupakan salah satu modal penting dalam keberlanjutan usaha. Utamanya dalam memahami biaya yang dikeluarkan, menghitung harga pokok produksi, menentukan harga jual, mengelola arus kas, hingga menghitung laba secara tepat.
Terlebih di tengah tantangan usaha yang semakin kompleks, produk yang berkualitas dan diminati pasar perlu diikuti dengan kemampuan mengelola keuangan secara tertib, agar pertumbuhan usaha dapat memberikan dampak yang optimal.
“Jika pelaku usaha mampu memahami pengelolaan keuangan dengan baik, maka keputusan usaha dapat diambil berdasarkan kondisi keuangan yang nyata dan bukan sekadar perkiraan,” terang Rezha.
Sejalan dengan itu, kemampuan memanfaatkan perkembangan teknologi digital juga penting dikuasai pelaku usaha. Saat ini, media sosial dan berbagai platform digital memberi peluang bagi UMK untuk memperluas jangkauan pasar, membangun merek, serta berinteraksi langsung dengan konsumen.
Untuk itu, pemanfaatan kanal digital perlu dilakukan secara terukur. Pelaku usaha harus mampu menentukan strategi promosi yang sesuai dengan karakter produk dan target konsumen, sekaligus mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan agar kegiatan promosi memberikan kontribusi terhadap peningkatan penjualan.
“Maka dari kegiatan ini, peserta tidak hanya memahami tata cara pengelolaan keuangan, tapi juga mampu memanfaatkan platform digital untuk memperkuat promosi. Dua hal ini saling berkaitan dalam mendukung pertumbuhan usaha,” terang Rezha.
Ke depan, Pupuk Kaltim akan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha. Dengan penguatan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola secara berkelanjutan, UMK lokal diharapkan semakin bertumbuh dan mampu beradaptasi terhadap perubahan pasar, sehingga semakin berkontribusi terhadap perekonomian Kota Bontang.
“Pengembangan UMK merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan penguatan kapasitas secara konsisten. Oleh karenanya, Pupuk Kaltim akan terus meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam membangun UMK yang lebih mandiri dan berdaya saing di Kota Bontang,” tambah Rezha.
Mewakili Pemkot Bontang, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang, Eko Arisandi, mengapresiasi komitmen Pupuk Kaltim yang terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMK secara berkelanjutan.
Menurut Eko, kegiatan ini mencerminkan pendekatan quadruple helix, yakni keterlibatan dunia usaha, pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam membangun ekosistem UMK yang lebih berdaya saing. Hal ini sejalan dengan misi pembangunan Kota Bontang dalam mewujudkan transformasi ekonomi yang dinamis dan inklusif.
“Pertumbuhan ekonomi daerah perlu dibangun melalui kolaborasi yang mampu merangkul dan memberdayakan berbagai elemen masyarakat, termasuk pelaku UMKM. Dan apa yang dilakukan Pupuk Kaltim ini merupakan wujud quadruple helix dalam membangun ekosistem usaha yang ada,” tutur Eko.
Eko menambahkan, penguatan kapasitas UMK juga sejalan dengan semangat Bontang Berbenah, yang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola di berbagai sektor. Termasuk dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat, pelaku usaha perlu memiliki kemampuan pengelolaan yang lebih baik.
“Untuk itu kami menyambut positif kegiatan ini, mengingat pelaku usaha membutuhkan literasi dan manajemen keuangan yang baik, agar dapat mengambil keputusan bisnis yang akurat,” jelas Eko.
Salah satu peserta, Anggie Seftyan Nugraha, mengaku sangat terbantu dengan edukasi yang diberikan. Dirinya menilai materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan pelaku usaha, terutama dalam memahami pengelolaan keuangan dan menentukan harga jual produk.
“Setelah mengikuti kegiatan ini, kami jadi lebih memahami bahwa biaya usaha harus dihitung lebih rinci. Kita harus tahu berapa sebenarnya modal yang keluar dan keuntungan yang didapat,” ungkap Anggie.
Pelaku usaha kopi ini juga menyebut mendapat pemahaman baru akan pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan usaha untuk mengetahui perkembangan bisnis secara lebih objektif. Begitu juga tata cara promosi produk melalui kanal digital yang menjadi nilai tambah agar usaha yang dijalankan dapat lebih dikenal pasar.
“Kami harap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dengan materi yang semakin beragam, termasuk pendampingan berkelanjutan agar pelaku usaha lokal mampu naik kelas dan lebih berdaya saing,” harap Anggie. (*)








Discussion about this post