Dialektis.co – Jumlah hewan kurban di Kota Bontang tahun ini mengalami peningkatan. Hal itu disampaikan oleh Wakil Walikota Bontang, Agus Haris saat meninjau pedagang sapi menjelang Hari Raya Iduladha, di Jalan Pupuk Raya, Bontang Utara, Senin (25/5/2026).
Berdasarkan laporan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKPPP) Bontang, jumlah sapi kurban yang akan dipotong pada Iduladha tahun ini mencapai 1.502 ekor.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang berada di kisaran 1.200 ekor.
Agus Haris menilai, peningkatan jumlah hewan kurban menunjukkan kesadaran masyarakat untuk berkurban semakin tinggi.
Selain itu, kondisi tersebut juga dinilai menjadi indikator membaiknya kemampuan ekonomi masyarakat di Kota Bontang.
“Kalau jumlah kurban meningkat, artinya kemampuan ekonomi masyarakat juga semakin baik. Inflasi daerah bisa terjaga dan daya beli masyarakat tetap stabil,” ungkapnya.
Dalam peninjauan itu, Agus Haris pun memastikan, bahaa hewan kurban yang akan dipotong pada Iduladha tahun ini dalam kondisi sehat dan aman dikonsumsi masyarakat.
Pemeriksaan kesehatan hewan disebut terus dilakukan oleh petugas hingga mendekati hari pemotongan.
“Hasil pengecekan dan diskusi dengan peternak menunjukkan hewan kurban di Bontang sehat dan bebas dari penyakit. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” terangnya.
Pun Pemkot Bontang, juga meminta pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan secara ketat, untuk menjamin keamanan pangan masyarakat selama perayaan Iduladha.
Di lokasi yang sama, pedagang sapi, Nur Rohmah bilang, saat ini terdapat 125 ekor sapi di peternakannya dan hanya tersisa satu ekor yang belum terjual.
Menurutnya, seluruh sapi telah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Bontang.
Hewan ternak yang didatangkan dari Sulawesi dan Kupang juga telah dilengkapi surat keterangan sehat dari daerah asal.
“Kalau ada yang sakit, kami langsung hubungi Pusat Kesehatan Hewan,” pungkas Nur Rohmah. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post