Dialektis.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang terus mendorong para guru untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi yang semakin cepat, khususnya dalam penerapan pembelajaran digital di ruang kelas.
Pemanfaatan platform digital seperti Canva hingga pengenalan pembelajaran berbasis coding dinilai menjadi bagian penting dalam transformasi pendidikan saat ini.
Sekretaris Disdikbud Kota Bontang, Saparuddin, mengatakan perkembangan teknologi tidak bisa dihindari dan harus menjadi bagian dari keseharian guru dalam mendukung proses belajar mengajar yang lebih kreatif serta efektif.
Menurutnya, penggunaan platform seperti Canva menjadi salah satu sarana yang cukup membantu guru dalam menyusun materi pembelajaran secara lebih mudah, menarik, dan interaktif.
“Canva itu sangat mempermudah guru dalam menyusun bahan ajar. Banyak fitur yang bisa dimanfaatkan, mulai dari membuat media presentasi, bahan ajar visual, sampai menyusun soal untuk siswa. Itu sangat membantu dalam proses pembelajaran,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Ia menjelaskan, pembelajaran digital bukan semata soal penggunaan aplikasi, melainkan juga bagian dari penguatan literasi teknologi bagi tenaga pendidik agar mampu mengikuti arah kebijakan pendidikan nasional.
Saparuddin menyebut Disdikbud Bontang terus memberikan dukungan terhadap berbagai pelatihan yang digelar, termasuk kegiatan yang difasilitasi Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP).
Menurutnya, kesempatan pelatihan semacam itu harus dimanfaatkan maksimal oleh para guru.
“Kami berharap guru-guru memanfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin. Pelatihan diberikan secara gratis, ada sertifikat, dan ilmunya sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran saat ini. Ini kesempatan yang luar biasa,” katanya.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong digitalisasi pendidikan harus terus diperkuat.
Hal itu sejalan dengan program Kementerian Pendidikan yang menargetkan jutaan guru Indonesia melek teknologi, kecerdasan buatan, dan pembelajaran coding.
Di Kota Bontang sendiri, tingkat literasi digital guru disebut sudah hampir mencapai 100 persen.
Kondisi tersebut didukung kebijakan Pemerintah Kota Bontang melalui program satu guru satu laptop yang bertujuan mempercepat adaptasi tenaga pendidik terhadap teknologi.
Meski demikian, Saparuddin menegaskan capaian itu tidak boleh membuat guru berhenti belajar.
Menurutnya, perkembangan teknologi yang sangat cepat menuntut pembaruan kemampuan secara terus-menerus.
“Kalau secara persentase sih hampir 100 persen guru di Bontang sudah mengenal teknologi. Tapi kemajuan teknologi sangat cepat, jadi harus terus di-update. Tidak bisa merasa cukup, karena ilmu pengetahuan akan terus berkembang,” pungkasnya. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.







Discussion about this post